JAKARTA, fornews.co – Pemerintah mencatat, dalam setiap harinya ada sekitar 2 juta serangan siber yang ditujukan kepada Indonesia.
Demikian itu diungkapkan, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto, usai menggelar rapat dengan Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), di Jakarta, Kamis (19/01).
Menurut Wiranto, serangan tersebut berasal dari luar negeri dan dalam negeri. Itu sebab, kata dia BSSN dibentuk dan menjadi koordinator dari seluruh tim siber yang ada di kementerian / lembaga yang ada.
“Semuanya punya sistem siber dan semuanya payungnya ada di BSSN,” ujarnya.
Dari hasil rapat hari ini, diputuskan untuk memindahkan seluruh wewenang dan fungsi yang ada di Tim Siber Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Kemenkopolhukam) ke BSSN.
“Kita serahkan kepada BSSN dan ditindak lanjuti. Ada kesinambungan kerja sama luar negeri dan konsep,” jelas Wiranto.
Sebelumnya, BSSN dibentuk pada 19 Mei 2017 lalu sebagai lembaga yang bertugas mendeteksi dan mencegah kejahatan siber, serta menjaga keamanan siber.
Nantinya, lembaga ini akan menjadi koordinator dari seluruh tim siber yang ada di seluruh kementerian/lembaga seperti Kementerian Pertahanan, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Badan Intelijen Negara, serta Polri.
BSSN dipimpin oleh Djoko Setiadi, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Lembaga Sandi Negara. (AA)

















