
PALEMBANG-Jelang pertandingan menghadapi Perseru di Stadion Marora, Serui, Minggu (20/11) lusa, Sriwijaya FC terus mempelajari kekuatan tim berjuluk Cendrawasih Jingga itu dan merapatkan barisan pertahanan, agar tidak mudah ditembus oleh tim yang terkenal jago kandang tersebut.
Absennya sejumlah pilar utama seperti Fachrudin Aryanto, Ahmad Jufrianto, Teja Paku Alam dan Alberto “Beto” Goncalves lantaran memperkuat tim nasional di ajang Piala AFF, maupun terkena akumulasi kartu kuning menjadi salah satu alasan mengapa pelatih Widodo Cahyono Putro harus memberikan atensi lebih pada laga tersebut.
Sebab, meski Perseru merupakan tim yang baru naik kasta, mereka merupakan tim yang paling sulit ditaklukan di kandang. Dilaga terakhirnya, tim asal Papua itu mampu menumbangkan tim pemuncak klasemen Arema Cronus 1-0.
Bukan hanya itu, dari 14 laga kandang yang sudah mereka lalui di ajang Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016 Perseru Serui tercatat belum sekalipun menelan kekalahan. Sembilan laga kandang di antaranya sukses mereka konversi menjadi kemenangan, termsuk saat melawan saudara tuanya Persipura Jayapura. Sementara sisanya, 4 laga, berakhir imbang.
Jika SFC tidak ingin menjadi korban berikutnya, maka Widodo harus menampilkan permainan yang lebih baik dari pertandingan terakhir saat ditahan imbang 3-3 oleh Persela Lamongan. Apalagi dipertemuan pertama di kandang, Laskar Wong Kito hanya mampu menang dengan skor tipis 1-0.
“Kita sudah saling mengetahui cara bermain masing-masing karena sudah pernah berhadapan di putaran pertama. Kita juga sudah melihat rekaman pertandingan terakhir mereka (Perseru). Motivasi mereka sangat tinggi saat bermain di depan pendukungnya sendiri. Itulah yang membuat mereka ditakuti saat bermain di kandang. Tapi kita akan berusaha maksimal dan mencoba mencuri poin disana,”ungkap Widodo C Putro. (har)
















