
KAYUAGUNG-Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Sumsel Hj Eliza Alex yang juga sebagai Bunda PAUD Provinsi Sumsel secara resmi mengukuhkan Ketua TP-PKK OKI Hj Lindasari Iskandar sebagai Bunda PAUD OKI. Pengukuhan tersebut dilangsungkan di Pendopo Rumah Dinas Bupati OKI, Jum’at (18/11).
Dalam kesempatan itu pula dilakukan pengukuhan 18 Bunda PAUD Kecamatan se-Kabupaten OKI dilakukan langsung Bunda PAUD OKI Hj Lindasari Iskandar. Turut hadir dalam kesempatan itu, Asisten II Setda OKI, Heri Susanto S.Sos, para pengurus dan anggota TP-PKK OKI.
Bunda PAUD Provinsi Sumsel Hj Eliza Alex menyatakan pendidikan anak usia dini (PAUD) merupakan salah satu program penting dan menjadi prioritas pemerintah sehingga perlu didukung semua pihak.
Mengemban tugas sebagai Bunda PAUD tidak hanya sebagai simbol, melainkan harus dibuktikan dengan kerja keras, dan tugas sebagai pelindung dan pengayom keberadaan PAUD diwilayah masing-masing. “Keberadaan PAUD sangat penting. Untuk itu, mari kita gerakkan dengan mengemban tugas berperan sebagai tokoh program pendidikan anak, mengayomi dan menyelenggarakan PAUD di seluruh wilayah Sumsel,” pintanya.
Hj Eliza Alex menambahkan melalui pengukuhan ini, pihaknya berharap agar ke depan Bunda PAUD OKI serta seluruh Bunda PAUD lainnya di Sumsel mampu bersinergi, baik dengan pemerintah melalui dinas pendidikan dan para tokoh masyarakat di masing-masing wilayah. “Satu PAUD satu desa adalah program besar sehingga harus bersinergi,” harapnya.
Sementara itu, Asisten II Setda OKI Heri Susanto S.Sos mengatakan, PAUD merupakan upaya nyata pendidikan bagi anak hingga usia 6 tahun. Dengan ini diharapkan dapat mengoptimalkan tumbuh kembang anak dan khususnya pertumbuhan otak anak serta pembentukan karakter anak.
Menurut dia, peranan para Bunda PAUD dan kaum ibu sangat penting dan akan menentukan arah tumbuh kembang anak. “Mari kita latih anak kita agar mampu berfikir kreatif sejak dini, bersama kita sukseskan program satu desa satu PAUD,” ujarnya.

Terpisah, Ketua TP-PKK OKI Hj Lindasari Iskandar menyampaikan, secara umum kegiatan PKK di Kabupaten OKI telah berlangsung dengan baik dan didukung penuh pemerintah daerah. Saat ini Tim Penggerak PKK Desa ada di 314 desa, Tim Penggerak PKK Kelurahan ada di 13 kelurahan, dengan kuantitas Dasawisma 10.295 kelompok, jumlah BKB ada 448 kelompok, PAUD 431 kelompok, UP2K PKK 327 kelompok, TOGA 45.428 dan posyandu sebanyak 797 kelompok.
Hj Lindasari melanjutkan, kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan telah berjalan sesuai rencana kerja yang disusun tahun sebelumnya oleh Tim Penggerak PKK OKI. Kegiatan rutin itu berasal dari sekretariat, Pokja I, Pokja II, III dan IV yang dirincikan dalam 10 Program Pokok PKK.
“Kami sangat berterima kasih kepada Tim Penggerak PKK Provinsi Sumsek karena berbagai Program Tim Penggerak PKK OKI yang telah dilaksanakan bersama dengan instansi terkait mendapat apresiasi ditahun 2014, 2015 dan 2016,”jelasnya.
Sebagai bagian dari TP-PKK Provinsi Sumel, masih kata Hj Lindasari, sejak 21 Februari 2015, pihaknya telah mencanangkan Program Nasional Gerakan Pencegahan Dan Deteksi Dini Kanker Pada Perempuan Indonesia atau (PNGPD2KP2I) dengan melaksanakan pemeriksaan IVA dan SADARI. Hasil IVA Test Tahun 2015 telah dilaporkan dengan memeriksa 626 orang dengan suspect IVA positif 57 orang. Untuk Tahun 2016 telah diperiksa 915 orang dan hasil suspect IVA positif sebanyak 55 orang.
Dengan begitu, total keseluruhan yang telah diperiksa sebanyak 1.377 orang dan suspect 112 IVA positif atau sekitar 7,2% dari yang diperiksa. Permintaan tindak lanjut kasus telah disampaikan ke Dinas Kesehatan dan jaringannya bekerjasama dengan Yayasan Kanker Indonesia OKI dengan harapkan kasus ini dapat diatasi sedini mungkin.
Selanjutnya, pihaknya sangat mendukung program kerja unggulan yang telah disepakati bersama dengan Kabupaten/Kota pada rakon TP-PKK se-Sumsel tahun 2017 berupa 3 (tiga) kegiatan unggulan, yakni Rumah Cinta, Kampung Manis dan Gerakan Jamban SMS (Stop Membuang air besar Sembarangan). Selain itu, sosialisasi dan surat ke TP-PKK Kecamatan telah dilakukan, termasuk surat permintaan dukungan dan fasilitasi kegiatan dari instansi terkait.
“Alhamdulillah, kami telah menerima jawaban kesediaan dan kesiapan guna mensukseskan program unggulan tersebut di tahun 2017 dari Dinas Pendidikan, BP4K, Perkebunan, Dinas Kesehatan, Kantor Perpustakaan Daerah dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan,”terangnya.(fian/tul)

















