PALEMBANG, Fornews.co – Hidup Normal Baru atau New Normal Life (NNL) merupakan hidup secara normal meski tengah dilanda pandemi Virus Corona atau COVID-19. Hal ini sesuai dengan maklumat WHO, menyusul prediksi virus tersebut bakal tetap ada hingga lima tahun kedepan.
Berdasarkan analisa dari ahli Mikrobiologi, Prof dr Yuwono, kasus COVID-19 di dunia saat ini mencapai 5,8 juta kasus, dengan rincian 6,2 persen kasus wafat. 43,5 persen kasus sembuh dan 1,8 persen kasus sakit.
“Kasus sembuh di NKRI yakni rata-rata perhari mencapai 200 kasus sedangkan wafat yakni 20 kasus perhari,” katanya dikutip dari fanspage Prof Yuwono, Kamis (28/05).
Untuk kasus di Sumsel, ia mengakui terus mengalami peningkatan karena masifnya tracing yang dilakukan. Namun, kasus terkonfirmasi didominasi Orang Tanpa Gejala (OTG). Bahkan, dari total 941 kasus 80,2 persen merupakan OTG. Sedangkan, kelompok umur yang mendominasi kasus ini yakni berkisar 20 tahun hingga 44 tahun.
Jika dilakukan komparasi kasus sembuh di Sumsel yakni sebanyak 13,5 persen sedangkan kasus wafat yakni sebanyak 2,9 persen dari total kasus sebanyak 941 orang
“Syarat untuk NNL ini yaitu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) harus membuktikan bahwa transmisi COVID-19 sudah dapat dikendalikan. Kemudian, sistem kesehatan tersedia dan resiko penularan sudah dapat dikendalikan ditempat umum seperti pasar dan lain sebagainya. Lalu, langkah pencegahan dibuat di perkantoran dan upaya mencegah kasus impor serta mengimbau masyarakat untuk berpartisipasi terlibat dalam menuju NNL,” terang Dirut RS Pusri Palembang ini.
Untuk mengendali kasus ini yakni dengan cara memutuskan rantai penyebaran. Diantaranya, tingkatkan imun. Jika sudah terpapar maka hindari kontak 14 hari. Tidak batuk dan bersin sembarangan karena hal tersebut menjadi pintu keluar virus. Mengingat, cara penularannya droplet dan cegah droplet ini agar tidak masuk ke hidung, mulut dan mata.
Menurutnya, dalam mewujudkan ini semua maka masyarakat harus merubah pola yang tidak sehat menjadi Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan begitu, maka imunitas dapat terjaga, kebersihan diri dan kebersihan lingkungan sehingga kerja produktif dan pergaulan sosial menjadi harmonis.
“Siapkah Sumsel menurut kalian?,” tutupnya. (lim)
















