PALEMBANG, fornews.co – Ketua KPU Sumsel Kelly Mariana mengaku teledor dan memohon maaf kepada masyarakat yang merasa terganggu dengan foto Wakil Presiden di Gedung KPU Sumsel.
Ternyata, foto wakil presiden yang terpasang di hall Gedung KPU Sumsel masih HM Jusuf Kalla. Padahal sejak Oktober 2019, orang nomor dua di negara ini sudah berganti kepada KH Ma’ruf Amin.
“Iya kami mohon maaf soal foto Wapres. Bukan kami tidak menghargai (KH Ma’ruf Amin) tapi saya akui ini keteledoran kami belum sempat mengganti foto Wapres,” ujar Kelly ditemui usai launching e-RPP Sriwijaya di Gedung KPU Sumsel, Senin (30/12).
Kelly menerangkan, kebetulan juga hall KPU Sumsel ini tidak terpakai dalam beberapa bulan terakhir sehingga memang terabaikan. Kelly pun menegaskan di tahun 2020 yang tinggal hitungan hari akan memperbaiki kekurangan dan akan segera mengganti foto presiden dan wapres dengan foto terbaru.
“Ini juga biasanya kan fotonya yang resmi dapat entah itu dari Pemprov Sumsel atau KPU RI, nah itu juga kami belum dapat. Meski demikian kami akan usahakan untuk mengganti foto wakil presiden dengan KH Ma’ruf Amin secepatnya,” janji Kelly.
“Bahkan di ruangan itu juga masih terpasang foto Sekretaris KPU yang lama almarhum pak Sumarwan. Jadi sekali lagi mohon maaf, akan kami segerakan mengganti,” tukasnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa FISIP UIN Raden Fatah Palembang Ramdhani Imam Saputra menyayangkan masih terpasangnya foto Wapres dengan foto HM Jusuf Kalla atau Wapres periode sebelumnya. Menurut Dhani, seharusnya segera setelah pelantikan foto pejabat negara diperbarui.
“Apalagi ini sudah 2 bulan lebih sejak pelantikan. Dalam suatu kepemimpinan paling tidak harus ada penghargaan, apalagi KH Ma’ruf Amin merupakan wakil kepala negara,” tuturnya.
Diakui Dhani, dari pengamatannya, tidak hanya di gedung KPU, namun dirinya maupun rekan-rekan mahasiswa lainnya masih sering menjumpai foto Wapres yang terpasang di kantor-kantor pemerintahan, swasta maupun lembaga pendidikan masih sosok HM Jusuf Kalla.
“Bahkan di kampus saya sendiri juga masih ada kondisi seperti itu. Bukan bermaksud jelek-jelekkan kampus sendiri tapi ya harusnya ada perbaikan segera,” ujar Dhani. (ije)
















