SEKAYU, fornews.co – Muba Corporate Forum (MCF) resmi menjadi sponsor Babel Muba United di kompetisi Liga 2 2020. Terdiri dari gabungan 50 perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Musi Banyuasin, MCF mendanai 60% total pembiayaan Babel Muba United musim ini.
Pembina Babel Muba United Beni Hernedi mengatakan, sepak bola profesional di daerah bisa tumbuh dan berkembang seiring munculnya industri olahraga. Beni bersyukur hadirnya Babel Muba United disokong berbagai pihak, termasuk pihak swasta yang ada di Muba.
Secara nyata, Muba Corporate Forum (MCF) hadir sebagai sponsor bagi klub baru Babel Muba United dalam bentuk crowdfunding.
“Hari ini MCF menandatangani kesepakatan menjadi sponsor Babel Muba United. Jumlahnya itu rahasia perusahaan,” ujar Beni saat launching tim Babel Muba United di pendopoan rumah dinas Bupati Muba, Kamis (12/03).
Tak hanya MCF, lanjut Beni, beberapa sponsor lain juga terus dijajaki untuk menjadi sponsor. Salah satunya Bank Sumsel Babel.
“BSB on progress,” kata Beni.
Sementara itu, Ketua MCF Joko Pranoto menerangkan, MCF ini merupakan gabungan perusahaan yang ada di Musi Banyuasin. Adapun yang tergabung dalam MCF ini adalah perusahaan pertambangan, perkebunan, migas, dan di luar usaha tersebut juga terbuka kesempatan untuk bergabung. Menurutnya sudah sewajarnya perusahaan yang beroperasi di Muba berkontribusi untuk klub yang membawa nama Muba.
“Kami tidak support banyak tapi 60% dari total pembiayaan Babel Muba United. Sedangkan 40% lain berasal dari sponsorship lain. Inilah sumbangsih kami dunia usaha di Muba,” tutur Joko.
Menurut Joko, pihaknya bersedia untuk menjadi sponsor Babel Muba United dengan harapan menggerakkan atmosfer sepak bola jadi industri. Nantinya, MCF secara bertahap menggarap dan mengelola hal di luar teknis sebagai pendukung klub.
“Kita berharap kerja sama ini bukan satu musim ini saja, tapi sampai klub ini mentas ke Liga 1. Semoga komitmen ini terus berlanjut,” katanya.
Bupati Muba Dodi Reza Alex bersyukur, kehadiran Babel Muba United direspons dengan baik oleh dunia usaha di Muba dengan menjadi sponsor. Bahkan, bentuk penggalangan dana (crowdfunding) yang dilakukan MCF ini bisa menjadi contoh bagi klub lain.
“Crowdfunding di Muba ini bisa menjadi contoh bagi industri sepak bola profesional. Sangat original idenya. Satu pola, satu sistem yang jika berjalan dengan baik bisa menjadi contoh bagi klub lain dalam mencari pendanaan,” ujarnya.
“Perusahaan selama ini sebenarnya mau menyumbang atau menjalin sponsorship, tapi butuh kejelasan, akuntabilitas. Walaupun Babel Muba United di Liga 2, tapi dasar-dasar profesionalitas klub Liga 1 telah diterapkan sejak kini,” imbuhnya. (ije)

















