PALEMBANG, fornews.co – Ingin mendengar masukan dari suporter jelang bergulirnya Liga 2 2019, Sriwijaya FC menggelar ngobrol bareng tiga kelompok besar suporter Laskar Wong Kito yaitu Sriwijaya Mania, Singa Mania dan Ultras Palembang.
Kegiatan yang diadakan di gedung 2 wisma atlet Jakabaring Sport City, Minggu (14/04) sore, dihadiri perwakilan ketiga kelompok suporter. Dari manajemen Sriwijaya FC diwakili Sekretaris PT SOM Faisal Mursyid dan Asisten Manajer Rasyid Irfandi. Sedangkan tim langsung dipimpin Pelatih Kas Hartadi, dan beberapa pemain seperti Ambrizal, Siswanto, Yongki Aribowo, Ferdiansyah, Rahmat Juliandri. Hadir pula Koordinator Rekrutmen Pemain Sriwijaya FC Hendri Zainuddin.
Menurut Asisten Manajer Sriwijaya FC Rasyid Irfandi, pertemuan ini dilaksanakan untuk memperkenalkan jajaran manajemen dan tim Sriwijaya FC yang baru dan akan mengarungi Liga 2 2019. Dari obrolan ini, manajemen ingin mendengar masukan dari suporter seputar kesiapan tim untuk berkompetisi di Liga 2.
“Kita ingin menyamakan semangat antara tim dengan suporter yaitu sama-sama ingin kembali promosi ke Liga 1 di akhir musim ini,” ujar Andi.
Sementara itu, Koordinator Rekrutmen Pemain Sriwijaya FC Hendri Zainuddin mengatakan, saat ini sudah ada 20 pemain yang masuk daftar pemain Sriwijaya FC. Dari jumlah tersebut, 5 di antaranya merupakan talenta Sumatra Selatan.
“Sekarang kita punya 5 pemain lokal Sumsel yaitu Rizsky Dwi Ramadhana, Hapit Ibrahim, Rahmat Juliandri, Alexander, dan Akbar Zakaria. Meski kita datangkan pemain berdasarkan kebutuhan tim, tapi kuota pemain lokal masih tetap diakomodir dalam tim ini,” tuturnya.
Pelatih Sriwijaya FC Kas Hartadi menerangkan, tim kepelatihan memberikan kesempatan kepada talenta lokal untuk masuk skuat Laskar Wong Kito. Hanya saja memang kualitas yang dimiliki pemain itu haruslah di atas rata-rata dan memenuhi standar kompetisi.
“Semoga seleksi pemain lokal ini bisa memunculkan bintang baru di Sriwijaya FC. Seperti halnya saat saya pegang Kalteng Putra, pemain yang bersinar seperti Rivaldi Bauwo dan Hari Yudho,” kata Kas.
Pentolan Ultras Palembang Qusoi menyampaikan optimismenya bahwa Sriwijaya FC hanya semusim di Liga 2 dan kembali ke habitat aslinya di kasta tertinggi sepak bola Tanah Air. Apalagi sejauh ini dari 20 pemain yang direkrut Sriwijaya FC merupakan pemain-pemain berpengalaman baik di level Liga 1 maupun Liga 2.
“Rekrutmen pemain kami tidak akan intervensi pelatih. Sejauh ini kami puas dengan rekrutan Sriwijaya FC. Ini menambah besar keyakinan kami Sriwijaya FC akan segera kembali ke Liga 1,” tutur Qusoi.
Senada disampaikan Ketua Singa Mania, Ariadi Eko Neori. Menurutnya, untuk komposisi pemain dirinya menyerahkan sepenuhnya pada tim kepelatihan. Pria yang kerap disapa Dugong ini berharap, kedepan antara pemain dan suporter tanpa jarak.
“Kami harap semua bisa betul-betul satu, layaknya yang pernah dilakukan di awal musim 2018 lalu,” terangnya.
Saat itu, lanjut Dugong, kondisi internal Sriwijaya FC sangat kondusif dan kompak. Imbasnya, prestasi di pramusim sangat menjanjikan. Sriwijaya FC menempati peringkat ketiga Piala Presiden 2018 dan menjuarai Piala Gubernur Kaltim 2018. Bahkan hingga jelang putaran pertama selesai, Sriwijaya FC ada di peringkat tiga dan berselisih tiga angka dari pemuncak klasemen Barito Putera.
“Namun masuk pertengahan musim, saat tim diterpa masalah semua (kekompakan) ini hilang. Karena itu, kami harap kekompakan ini bisa dibangkitkan lagi Sriwijaya FC pada Liga 2 ini,” jelasnya.
Sementara itu Ketua S-Man Eddy Ismail sepakat menciptakan kekompakan dan situasi internal yang kondusif. Hal itu agar target kembali ke Liga 1 bisa tercapai.
“Kekompakan ini harus dibangkitkan lagi sejak awal musim. Karena itu, saya berharap pada setiap pertandingan SFC di kandang nanti, kembali dilantunkan anthem Sriwijaya Kito Pacak agar emosi pemain berbaur dengan suporter,” tukasnya. (ije)
















