PALEMBANG, fornews.co – Setelah santer terdengar kabar pengunduran dirinya beberapa hari terakhir, status Rahmad Darmawan di Sriwijaya FC akhirnya jelas. Pada press conference Minggu (29/07) pagi, Rahmad Darmawan resmi tak lagi melatih Sriwijaya FC.
“Kemarin sore terjadi pertemuan Coach RD dengan manajemen yang langsung bersama pak Muddai dan saya untuk berbicara silaturahmi soal simpang siur informasi dan pemberitaan belakangan ini. Hasilnya bahwa pertemuan kemarin sore semua sudah disepakati dan tidak ada masalah. Kedua belah pihak senang dan dari pihak manajemen tidak ada tekanan dan Coach RD tidak ada tekanan. Konferensi pers ini juga agar tidak ada pemberitaan yang simpang siur dan pemberitaan sepihak,” ujar Direktur Kompetisi PT Sriwijaya Optimis Mandiri yang mewakili manajemen pada press conference di Hotel Swarna Dwipa Palembang, Minggu (29/07) pagi.
Menurut Augie, pembicaraan kemarin sore intinya membahas mengenai kepastian status Coach RD. Dengan tercapainya kesepakatan dengan Coach RD, artinya sudah tidak ada ganjalan kedua belah pihak.
“Pembahasan kemarin mencari titik temu soal kontrak kerja. Hasilnya bahwa telah disepakati tidak ada tuntut menuntut. Semuanya secara gamblang tidak ada tekanan dari manapun untuk menyelesaikannya secara baik2. Intinya tidak ada lagi berbicara soal keuangan. Dari Coach RD sudah menyetujui dan manajemen juga menyetujui. Jadi tidak ada masalah,” kata Augie.
“Insya Allah tim ini harus tetap berjalan. Kita tidak tahu apakah kedepan bertemu kembali dengan Coach RD. Jadi pembicaraan kemarin enaklah, dengan kekeluargaan, tidak ada tekanan dari pihak manapun,” imbuh Direktur PD Swarna Dwipa ini.
Sementara itu, Pelatih Rahmad Darmawan menjelaskan, pertemuan dengan manajemen berlangsung Sabtu (28/07) sekitar pukul 16.00 WIB. Menurut RD, dari sekian banyak hal yang dibahas, muncul keputusan kedepan kita sama-sama menyelesaikan masalah ini dengan baik dan bijaksana.
“Semuanya demi SFC untuk terus bisa eksis dan berprestasi di Liga 1, tujuan kita semua itu. Jangan sampai permasalahan di klub ini berlanjut. Dimulai dari beberapa pemain yang pergi, kemudian saya, lalu ada masalah lain lagi, nah itu harus kita sudahi. Salah satu opsinya adalah untuk kebaikan bersama saya mundur dari SFC,” tutur RD.
Pelatih asal Metro, Lampung, ini menambahkan, alasan lain pengunduran dirinya adalah kecintaannya dengan profesi pelatih sepak bola. Sebab melatih adalah passion dan kebanggaan bagi RD.
“Lalu kita mengambil sebuah kesepakatan untuk sama-sama mengakhiri ikatan kerja yang tersisa. Karena jujur, masih ada 18 bulan lagi masa kerja saya bersama SFC yaitu awal Desember 2019. Tapi sekali lagi demi kebaikan kita bersama, demi SFC untuk terus eksis dan tenang melanjutkan sisa kompetisi 2018 ini maka kita bersepakat mengakhiri semua ikatan kerja ini dengan baik-baik,” tegas RD.
Diakui RD, pemutusan kontrak kerja di tengah jalan ini tidak diharapkan. Namun dia mengembalikan semuanya kepada kontrak. Sebab saat timbul persoalan maka semua mengacu pada kontrak.
“Saat menandatangani perjanjian kerja semua tertuang dalam kontrak dengan jelas. Tapi semua masih bisa didiskusikan. Hasil diskusi itulah menemukan kedua belah pihak dan tidak hanya bicara soal legalitas tapi lebih pada nilai-nilai kekeluargaan dan kebersamaan,” ucap pensiunan perwira menengah TNI AL ini. (ije)

















