KAYUAGUNG, fornews.co – Layanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kayuagung khususnya bagi peserta BPJS Kesehatan kembali menuai keluhan. Kali ini keluhan muncul seputar ketersediaan obat di rumah sakit milik Pemkab OKI tersebut.
Salim, pasien RSUD Kayuagung yang merupakan peserta BPJS Kesehatan menerangkan, dirinya membawa dua anaknya untuk berobat ke Poliklinik THT, Jumat (01/02). Setelah usai mendapat pemeriksaan dari dokter, dirinya diberikan resep untuk mengambil obat di apotek rumah sakit.
“Tapi setelah menunggu lebih kurang satu jam, petugas apotek menyampaikan bahwa obatnya kosong,” tuturnya.
Menurut Salim, seharusnya sejak awal petugas memberikan informasi bahwa obatnya kosong sehingga waktu pasien tidak hanya habis karena menunggu.
“Selain saya, ada juga beberapa pasien lain yang menunggu lama, tapi tetap harus menebus obat di apotek luar rumah sakit,” katanya.
Menanggapi keluhan pasien ini, Direktur RSUD Kayuagung dr Fikram membenarkan adanya kekosongan stok obat THT di RSUD Kayuagung. Hal itu membuat pasien harus menebus obat di luar rumah sakit. Meski demikian, Fikram menambahkan, pasien yang menebus obat di apotek luar bisa mengklaim di pihak rumah sakit.
“Peserta BPJS yang membeli obat di luar, bisa membawa kwitansinya ke rumah sakit dan menyerahkannya ke bagian bendahara untuk diganti,” tandasnya. (rif)

















