YOGYAKARTA, fornews.co—Pemerintah Arab Saudi sementara waktu menghentikan perjalanan umroh. Hal tersebut berimbas ke seluruh agen umroh dan haji di Yogyakarta
“Sedikit banyak berpengaruh karena harus menjadwal ulang (reschedule) semua keberangkatan,” keluh Adam Basyori, Dirut PT Laraiba Madania Wisata, Agen Haji dan Umroh di Yogyakarta.
La Raiba sementara masih konsentrasi pada keberangkatan sebelum tanggal 15 Maret 2020, imbuhnya, yang khusus lagi yang sudah keluar (issued) tiket dan visanya, meski terkabar perketatan pintu masuk ke Arab Saudi.
“Untuk hari ini belum ada yang terbang, tapi semalam jama’ah ada yang pulang dan aman,” ungkapnya. “Sebanyak 38 orang.”
Sebagai laporan pertanggungjawaban PPIU agen atau biro haji dan umroh harus melaporkannya kepada Kemenag.
Meski diakui masih sementara, situasi tersebut menimbulkan tekanan bagi biro haji dan travel di Yogyakarta. Adam mengaku belum ada jamaah yang secara langsung minta refund.
“Mereka berharap tetap berangkat, dan ini sedang kami koordinasikan dengan pihak-pihak terkait untuk reschedule keberangkatan,” pungkasnya.

Kepala Seksi Bina Haji Reguler Kemenag DIY, H. Imam Choiri, S.Ag, M.A., mengimbau kepada seluruh jama’ah untuk tenang dan memahami bahwa persoalan ini adalah persoalan global yang terjadi di banyak negara.
“Ada beberapa yang memang pagi ini, Kamis (27/2/2020), jama’ahnya sudah siap di bandara kemudian gagal check in karena penerbangan ditunda,” ujarnya.
Padahal, lanjut Imam, mereka semua sudah memesan dan seharusnya diberangkatkan dalam waktu dekat ini.
Diakui Imam, semua pihak terkait haji dan umroh sedang mencari penyelesaian terbaik.
“Semoga hal ini segera selesai dan ada penyelesaian terbaik untuk semua pihak. Kemudian wabah corona bisa berakhir dan jama’ah bisa kembali melaksanakan umroh di tanah suci,”
Terkait dengan beredarnya informasi tentang pembatasan, atau ditutupnya akses untuk ibadah umroh ke Arab Saudi. Pihaknya belum mendapatkan laporan resmi dari biro haji dan umroh.
“Kalau laporan resmi dari agen atau biro belum ada. Karena mereka juga sedang dalam situasi tertekan mengetahui jama’ah tidak bisa berangkat,” katanya, Kamis.
Dari pantauan Fornews Biro Yogya, tercatat ada 45 orang jama’ah di Yogyakarta yang ditunda keberangkatannya ke Saudi Arabia. Sedangkan sebagian jama’ah yang masih berada di Saudi akan segera dipulangkan ke Indonesia. (adam)
FORNEWS OFFICIAL
instagram:
@fornewsofficial
facebook:
fornews.co
FORNEWS BIRO JOGJA
instagram:
@fornewsjogja
youtube:
Fornews Jogja

















