PALEMBANG, fornews.co – Keputusan Pemerintah Arab Saudi menghentikan sementara waktu masuknya warga negara asing untuk ibadah umrah dan ziarah Masjid Nabawi sebagai langkah menangkal masuknya virus corona (Covid-19) harus disikapi bijak.
Hal itu disampaikan ulama kondang KH Abdullah Gymnastiar atau lebih akrab dipanggil Aa Gym. Aa Gym yang baru tiba kembali di Indonesia, Kamis (27/02), usai menjalani umrah ke Tanah Suci, cukup terkejut dengan kabar yang diterimanya. Meski demikian, Aa Gym meminta para jemaah yang akan berangkat umrah menyikapi persoalan ini dengan kepala dingin.
“Saya baru tiba dari Tanah Suci dan mendengar kabar umrah untuk sementara waktu ditutup karena dikhawatirkan menyebarnya virus corona. Menyikapi informasi seperti ini siapapun seyogianya langsung ingat kepada Allah SWT,” ujar Aa Gym pada siaran langsung di akun facebook-nya, Kamis (27/02) sore.
Lalu bagaimana bagi jemaah yang sudah daftar umrah dan sudah siap, visanya sudah keluar, bahkan tinggal berangkat, Aa Gym membacakan surat Al Baqarah ayat 216 yang diterjemahkan ‘Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.’
Menurut AA Gym, menyikapi hal seperti ini tugas manusia ada tiga, yaitu pertama, meluruskan niat kalau sudah punya keinginan.
“Bagi yang niat umrah, harus benar-benar periksa niatnya, lillahi ta’ala atau bukan. Kalau niatnya sudah lurus karena lillahi ta’ala, apapun yang terjadi niat itu sudah dicatat sebagai kebaikan. Allah tahu niat di hati kita,” katanya.
Hal kedua menurut AA Gym adalah menyempurnakan ikhtiar di jalan yang Allah sukai. Sebab itu merupakan amal yang Allah ridhai.
“Maka jika daftar sudah, manasik sudah, olahraga menjaga kesehatan sudah, ngepak barang sudah, berarti sudah banyak amal yang dilakukan,” tuturnya.
Ketiga, AA Gym menegaskan agar memasrahkan persoalan ini kepada Allah dengan tawakal. Sebab yang tahu terbaik bagi umat-Nya hanya Allah. Manusia tidak pernah mengetahui apa yang terbaik menurut perhitungan Allah.
“Kita hanya tahu yang terbaik menurut kita. Dan apa yang terbaik menurut kita belum tentu terbaik bagi Allah. Oleh karena itu, mintalah apa yang terbaik menurut Allah. Mau cocok atau tidak dengan keinginan kita tidak masalah, yang penting mana yang paling Allah ridhai,” tambahnya.
Lebih lanjut pengasuh Pondok Pesantren Daarut Tauhid ini pun meminta calon jemaah umrah yang ditunda keberangkatannya tidak kecewa, tidak mendramatisir keadaan, dan tidak berkata serta bersikap yang tidak ada manfaatnya.
“Jangan sampai Allah marah kepada kita karena takdir seperti ini. Insyaallah jika sudah waktunya berada di Tanah Suci itu pasti akan terjadi tanpa bisa dicegah atau dihalangi siapapun,” katanya.
Ditambahkan Aa Gym, keputusan menghentikan sementara masuknya warga negara asing dari beberapa negara merupakan tugas dan kewajiban Pemerintah Arab Saudi dalam melindungi rakyatnya dan juga jemaah. Karena begitu banyak jemaah dari penjuru dunia yang datang untuk menjalankan ibadah, maka peluang masuknya virus ini dari berbagai negara sangat memungkinkan.
“(Keputusan) Ini tidak melanggar syariat. Karena dalam Islam kesempurnaan keyakinan juga harus berbuah kesempurnaan ikhtiar. Mudah-mudahan apapun peristiwa yang kita simak, kita dengar bisa menambah kadar keimanan kita,” tukasnya.
Sebelumnya, pada Kamis (27/02) pukul 02.40 waktu setempat, Pemerintah Arab Saudi melalui Kementerian Luar Negeri mengeluarkan maklumat untuk menghentikan sementara kedatangan jemaah umrah dari luar negaranya. Penghentian ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona.
Jemaah umrah dari sejumlah negara, termasuk Indonesia, untuk sementara waktu ditangguhkan. Selain umrah, ada juga larangan sementara mendatangi Masjid Nabawi.
Pemerintah Saudi menyatakan langkah pencegahan virus corona itu bersifat sementara dan akan terus dievaluasi.
Adapun kedatangan jemaah umrah maupun wisatawan yang dicegah memasuki Saudi adalah mereka yang berasal dari China, Iran, Italia, Korea Selatan, Jepang, Thailand, Malaysia, Indonesia, Pakistan, Afghanistan, Irak, Filipina, Singapura, India, Lebanon, Suriah, Yaman, Azerbaijan, Kazakhstan, Uzbekistan, Somalia, dan Vietnam. (ije)

















