KAYUAGUNG, fornews.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ilir (OKI) akan betul-betul mengusahakan agar berbagai jenis bantuan dari pemerintah untuk masyarakat dalam menanggulangi pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) penyalurannya dapat tepat sasaran dan tak menimbulkan polemik di kemudian hari.
Untuk itu, pihak Pemkab OKI akan sangat berhati-hati dalam mendata penerima bantuan ini. “Sekarang masih ada proses administrasi yang harus kita selesaikan, salah satunya di sana ada proses review, sinkronisasi dan lainnya,” kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten OKI, H Reswandi, Senin (04/05).
Menurutnya, data penerima ini tidak boleh sampai bertumpuk atau satu orang menerima bantuan lebih dari satu macam. “Ini beda penerima. Makanya di data kami itu dak bisa secepat mungkin karena harus dipisahkan antara jenis bantuan itu, ada namanya dari dinsos (pemerintah pusat Rp600 ribu), BLT dana desa Rp600 ribu, ada lagi perluasan sembako ini beda datanya,” jelasnya.
“Itu dak boleh sampai numpuk makanya harus akurat karena akan berbahaya kemudian hari,” tambahnya.
Mengenai data kemiskinan baru akibat pandemi COVID-19 ini, dia menuturkan hingga saat ini pihaknya menerima pengajuan sebanyak 58.025 yang dihimpun dari 14 Kecamatan dari total 18 Kecamatan yang ada. Data ini juga menurut Reswandi harus valid.
Terkait penyaluran sembako yang telah dilakukan beberapa waktu lalu, Reswandi menjelaskan jumlah tersebut memang masih sedikit karena pihaknya masih ingin menyelesaikan proses administrasi yang ada. “Yang disalurkan memang baru sedikit sekali, insyaallah proses administrasi ini akan segera selesai dalam minggu ini dan bantuannya bisa segera disalurkan untuk dimanfaatkan oleh masyarakat,” jelasnya. (rif)
















