BATURAJA, fornews.co – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Jejak Indonesia Ogan Komering Ulu (OKU), mengaku tidak lagi mampu untuk menanggung biaya operasional bank sampah bantuan dari PT Semen Baturaja (SB) dibiarkan terbengkalai.
Hendra Setyawan pendiri LSM Jejak OKU, bank sampah yang dibangun dengan bantuan PT Semen Baturaja (SB), sesungguhnya sudah menggalang kerjasama dengan 50 sekolah di Bumi Sebimbing Sekundang. Namun, dirinya mengaku tak mampu menanggung biaya operasional armada untuk mengangkut sampah plastik untuk diolah.
“Di awal beroperasinya bank sampah ini, kami menyewa armada untuk mengangkut sampah – sampah dari sekolah – sekolah. Tapi, biaya sewa tersebut tidak masuk. Karena biaya sewa kendaraan Rp150.000, sementara sampah yang diangkut nilainya Rp80.000,” ujar Hendra, Kamis (09/11).
Ia mengaku, pendirian bank sampah ini tidak semua bantuan dari PT SB (persero), melainkan ada juga anggaran LSM Jejak itu sendiri. Adapun bantuan PT SB berupa mesin penghancur plastik. Saat ini, pihaknya menunggu bantuan pemerintah.
“Pemkab OKU, pernah akan memberi armada untuk mengangkut sampah. Namun, keterbatasan anggaran jadi bantuan Pemkab OKU, belum dapat direalisasikan,” terangnya.
Dengan kondisi sekarang, pihaknya hanya bisa pasrah. Bahkan, sekolah-sekolah yang sudah terlanjur digalang kerjasama, diarahkan untuk mendistribusikan sampahnya ke pengepul. Sambungnya, dirinya juga terus mencari mitra yang bersedia mengadakan armada.
“Memang pernah ada tawaran dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), menggunakan armada pengangkut sampahnya. Namun, DLH OKU juga kekurangan armada. Selain itu, kita juga mengeluarkan dana operasional untuk sopir yang angkut dan anggarannya juga belum masuk,” katanya, seraya menyebutkan, bank sampah tersebut mulai tidak beroperasi sejak Juni 2017 lalu.
Lebih jauh disampaikan Hendra, bank sampah tersebut tidak menggunakan anggaran dari Pemkab OKU, meski pihaknya berada di kawasan Kompleks Pasar Induk Batukuning, yang notabene aset Pemkab. Karena, sewa bangunan beraumber dari bantuan PT SB dan anggaran yang dimiliki Jejak.
“Harapan kami, antara Desember 2017 – Januari 2018 jalan lagi dan Pemkab OKU dapat mendukung operasi bank sampah. Karena, semakin banyak bank sampah di OKU, ini semakin bagus,” ucap Dosen Unbara ini.
Pantauan di lapangan, bangunan mesin pencacah sampah di kawasan Pasar Induk Batukuning, Kecamatan Baturaja Barat, itu terlihat sepi serta pintunya sudah nyaris ditutupi oleh rumput, karena lama tidak dioperasikan.
Saiman, warga Batukuning menerangkan jika semenjak diresmikannya Bank sampah oleh Bupati Ogan Komering Ulu (OKU), Drs H Kuryana Azis waktu itu, kegiatan di Bank Sampah tersebut hanya berjalan dalam hitungan bulan saja.
“Cuma beberapa bulan berjalan, abis itu dak keliatan lagi aktivitas di gedung bank sampah ini,” terang Saiman. (gus)
















