PALEMBANG, fornews.co – Ratusan kendaraan baik sepeda motor, mobil pribadi, bus, hingga truk angkutan barang terjebak kemacetan panjang di Jalan Alamsyah Ratu Prawiranegara dan Jalan Mayjen Yusuf Singedekane, Kamis (19/03) siang.
Para pengendara yang terjebak kemacetan tersebut secara umum tidak mengetahui adanya penutupan Jembatan Musi II. Mereka pun harus rela antre untuk melintas di Duplikasi Jembatan Musi II sesuai arahan petugas yang berjaga di lapangan. Bahkan tidak sedikit pengendara yang tidak sabar lalu berputar arah dan memilih melewati Jembatan Ampera untuk menyeberang.
“Sebelumnya tidak tahu kalau ada penutupan jembatan. Pas terjebak macet inilah buka medsos baru tahu kalau Jembatan Musi II rusak dan kendaraan dialihkan ke jembatan sebelahnya,” ujar Imron salah seorang pengendara yang terjebak macet.

Sementara itu, Lestari, seorang pegawai yang baru pulang dari Kabupaten Ogan Ilir tidak mengetahui sama sekali adanya kemacetan akibat penutupan Jembatan Musi II. Hanya saja saat dirinya melintas di Jalan Mayjen Yusuf Singedekane dekat Pindang Meranjat Syafik yang berjarak sekitar 2 kilometer dari Jembatan Musi II, buntut kemacetan sudah terlihat.
“Ya mau bagaimana lagi, terpaksa ikut antre. Soalnya rumah saya di dekat Poligon sini. Kalau mutar ke (Jembatan) Ampera jauh, mungkin macet juga kan jam pulang kerja,” tuturnya.
Lestari pun menyarankan agar ada pengumuman atau petugas yang menginformasikan bahwa ada penutupan Jembatan Musi II sementara waktu. Sehingga kendaraan yang melintas harus antre untuk lewat di Duplikasi Jembatan Musi II.
“Harusnya dari simpang flyover Keramasan itu sudah ada pengumuman. Jadi pengendara bisa memilih lewat kota atau tetap lewat Musi II dengan risiko macet,” tukasnya. (cr4)
















