PALEMBANG, fornews.co – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatra Selatan menargetkan peningkatan kualitas pemilihan umum baik dari sisi penyelenggaraan maupun partisipasi masyarakat.
Salah satu upaya mewujudkan hal itu, KPU Sumsel menyelenggarakan Sosialisasi Tahapan Pilkada Tahun 2018 dan Pemilihan Umum Tahun 2019 Serta Memorandum of Understanding (MoU) dengan Stakeholder di Aula KPU Sumsel, Jakabaring, Palembang, Rabu (13/12) pagi.
Ketua KPU Sumsel Aspahani mengatakan, salah satu indikator membaiknya Pemilu adalah meningkatnya partisipasi masyarakat. “Sosialisasi ini sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat pada Pilkada 2018 dan Pemilu 2019,” ujarnya.
Diikuti 115 utusan dari universitas, siswa, instansi terkait
Selain itu, Aspahani menambahkan, penyelengaraan Pemilu tidak akan terselenggara dengan baik apabila KPU tidak merangkul stakeholder dalam pelaksanaannya. Sebab sebaik apapun KPU bekerja apabila masyarakat belum paham secara utuh bahwa suksesi pimpinan merupakan proses demokrasi, maka hal itu akan menjadi percuma.
“Kegiatan ini berawal dari kebutuhan KPU, tidak akan suskes Pemilu tanpa dibantu semua pihak. Oleh karena itu, KPU Sumsel menggalang MoU, hari ini sekitar 28 stakeholder dari berbagai instansi dan lembaga. MoU ini sifatnya luas bukan hanya seperti kontrak bisnis tapi ini untuk layanan masyarakat bagaimana kita menyampaikan bahwa Pilkada 2018 maupun Pemilu 2019 itu merupakan hal penting. Namun tentunya KPU memiliki keterbatasan dana dan MoU ini merupakan solusinya,” papar Aspahani.
Usai penandatanganan MoU ini, lanjut Aspahani, KPU akan segera merealisasikan isi MoU tersebut. Diharapkan ada pendekatan berbasis keluarga yang belum begitu sadar akan pentingnya memilih dalam Pemilu. Termasuk bagi para penyandang disabilitas dimana hak suara mereka tetap dihitung pada Pemilu.
“Intinya kegiatan ini untuk membangkitkan kesadaran partisipasi dalam Pemilu serta mengubah paradigma bahwa Pemilu atau Pilkada bukanlah praktik jual beli (suara) namun kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan pemimpin yang baik dan berkualitas,” tuturnya.
Bicara mengenai target partisipasi Pemilih pada Pilkada Sumsel 2018, Aspahani menyebut targetnya di atas target nasional yang berada di kisaran 77,5%. “Partisipasi pemilih di Sumsel target 80 atau 81%. Jangan lupa 27 Juni 2018 datang ke TPS dan mencoblos pilihannya untuk menentukan pimpinan daerah 5 tahun ke depan,” tukasnya.
Sementara itu Komisioner KPU Sumsel Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat, Ahmad Naafi menambahkan, dalam sosialisasi tersebut KPU kembali memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai aturan main Pemilu seputar apa yang boleh dan apa yang dilarang. Seperti halnya praktik money politic yang marak setiap kali Pemilu digelar. Diharapkan dengan gencarnya sosialisasi termasuk soal larangan politik uang, kesadaran pemilih bertambah dan tidak lagi sembarangan memberikan suaranya dengan hanya iming-iming uang dan hadiah.
“Sosialisasi ini bertujuan agar pemungutan suara 27 Juni 2018 diketahui secara luas oleh masyarakat. Selain itu kita ingin mencerdaskan pemilih pemula agar kualitas suara yang mereka berikan berbobot dan menghasilkan pemimpin yang baik,” tandasnya. (ije)
















