PALEMBANG, fornews.co – Meski tinggal hitungan bulan akan dioperasionalkan, namun hingga kini tarif angkutan Light Rail Transit (LRT) Palembang belum juga ditentukan.
Direktur Jenderal (Dirjen) Perkeretaapian Kementerian Perhubungan RI, Zulfikri mengatakan, belum ditetapkannya tarif LRT Palembang, dikarenakan banyak komponen penghitungannya. Menurutnya, LRT Palembang akan difungsikan sebagai commuter atau angkutan kota, yang tidak hanya fokus melayani angkutan bandara saja. Karena itu, pihaknya terus melakukan diskusi dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menentukan harga yang layak bagi masyarakat pengguna moda transportasi LRT tersebut.
“Ada dua tarif yang masih didiskusikan. Yakni mulai dari Stasiun OPI sampai Stasiun Asrama Haji akan dikenakan Rp5 ribu sekali jalan. Sedangkan dari Stasiun OPI ke Bandara SMB II tarifnya Rp10 ribu hingga Rp20 ribu sekali jalan. Kami masih terus mencoba (diskusi) hingga menemukan harga yang pas,” ungkap Zulfikri saat pemaparan progres pembangunan Light Rail Transit (LRT), di Graha Universitas Sriwijaya, Palembang, Kamis (12/4).
Di sisi lain, Zulfikri juga optimistis pengerjaan LRT yang diproyeksi sebagai penunjang Asian Games, akan selesai pada waktunya. “LRT Sumsel yang menjadi kebanggan masyarakat Sumatra Selatan masih on the track. Semalam saya sudah lihat secara langsung di pelabuhan Boom Baru, rangkaian kereta tersebut akan dilakukan setting selama 14 hari ke depan dan terus kita melakukan pengujian sarana. Kemudian kita masih dalam target penyelesaian di bulan Juli,” ungkapnya.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) LRT Palembang, Suranto melaporkan, pengerjaan keseluruhan LRT sudah mencapai 89%. Saat ini, pihaknya juga tengah fokus pada pengerjaan Depo untuk tempat pemberhentian kereta.
“Perkembangan Depo akan kita siapkan karena masih harus diselesaikan pengerjaannya. Seperti underfloor untuk mengecek mesin kereta yang ada di bawah. Posisi underfloor ini seperti mobil yang mau ganti oli. Fungsi utama untuk perawatan kereta. Kita saat ini membangun 9 track underfloor. Depo kita prioritaskan guna memastikan kereta tidak masalah ketika akan naik ke atas,” kata Suranto. (bas)
Dirjen Perkeretaapian, Zulfikri (tengah) saat pemaparan progres pembangunan Light Rail Transit (LRT), di Graha Universitas Sriwijaya, Palembang, Kamis (12/4). (ist

















