PALEMBANG, fornews.co – Rapat Komite Eksekutif PSSI di Jakarta akhir pekan lalu menghasilkan beberapa keputusan dimana salah satunya adalah penggunaan Video Assistant Referee (VAR) untuk kompetisi Liga 1.
“Salah satu keputusan rapat Komite Eksekutif bahwa PSSI akan mengkaji pemakaian VAR di Liga 1. Dalam kajian nanti tentunya kita akan melihat dan mempersiapkan hal-hal apa saja yang diperlukan,” kata Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria, Senin (27/05).
Menurut Tisha, salah satu hal yang perlu dipersiapkan di antaranya wasit-wasit harus sudah mendapatkan pelatihan khusus, termasuk soal VAR yang dioperasikan oleh wasit-wasit elite dunia yang dikhususkan bekerja di belakang layar. VAR bakal terlibat dalam keputusan-keputusan besar seperti penalti, kartu merah dan gol termasuk jika ada insiden di lapangan yang luput dari perhatian wasit maupun asisten wasit.
“Dalam penerapannya, tidak semua pelanggaran memerlukan bantuan VAR. Kalau wasit merasa pelanggaran yang terjadi sudah dianggap jelas dan yakin dengan keputusan yang diambilnya, VAR tidak diperlukan lagi,” tuturnya.
“VAR digunakan manakala wasit merasa ada kejanggalan dalam pengambilan keputusannya. Wasit kemudian berkomunikasi melalui sistem cek ke VAR. Setelah itu baru ditampilkan tayangan ulang VAR. Jadi (VAR) bukan atas permintaan pemain atau tim, tapi langsung keputusan wasit,” imbuhnya.
Wasit asal Indonesia yang berlisensi FIFA Thoriq Munir Alkatiri menjelaskan, VAR tidak boleh salah, keputusannya harus final dan keputusannya betul-betul 100% tidak boleh ada kesalahan lagi. Maka dari itu, orang di balik layar itu harus orang-orang yang paham peraturan. (ije)

















