
BOGOR-Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan, kunjungannya ke tempat Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, adalah untuk memenuhi janji yang pernah disampaikannya dua tahun lalu.
“Dua tahun yang lalu, saya menyampaikan bahwa saya janji, saat itu akan datang di tempat beliau. Hari ini saya memenuhi janji itu,” ungkap Jokowi, usai menunggangi kuda di kediaman Prabowo Subianto, di Padepokan Garuda Yaksa, Desa Bojong Koneng, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Senin (31/10) siang.
Jokowi mengakui, bisa saja tahun 2019 nanti ada rivalitas lagi, tapi setelah itu tetap bahu-membahu lagi. “Saya kira, tadi kita di dalam sampai tertawa bareng-bareng. Bahwa rivalitas itu ada pada saat Pemilihan Presiden (Pilpres), itulah demokrasi. Tapi setelah itu kita bersama-sama, bahu-membahu membangun negara dari segala sisi. Saya kira itu yang ingin kita sampaikan,” ujarnya.
Ditanya terkait kunjungannya yang mendekati rencana aksi 4 November nanti, Jokowi tidak menjawab secara langgsung. Namun Jokowi menyatakan, dalam pertemuan selama sekitar dua jam itu, dirinya dan Prabowo Subianto berbicara banyak hal, terutama yang berkaitan dengan masalah makro bangsa Indonesia, juga makro yang berkaitan dengan politik dan ekonomi Indonesia. “Beliau banyak memberikan masukan-masukan. Pemerintah sangat menghargai apa yang tadi disampaikan oleh Pak Prabowo. Saya kira itu,” katanya.
Terhadap suasana politik menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2017 mendatang, Jokowi berharap, semua tokoh-tokoh agama ikut mendinginkan suasana dan ikut memberikan kesejukan. Tokoh-tokoh politik juga diminta sama, mendinginkan suasana dan ikut memberikan kesejukan.
Sementara, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, tetap berharap suasana baik dan sejuk. “Bapak Presiden juga sepintas tadi mengatakan, demonstrasi adalah hak konstitusional, beliau juga ingin semua yang baik, yang kondusif, dan itu yang kita inginkan,” tutur Prabowo.
Hal yang harus dijaga, ujar Prabowo, jangan sampai ada unsur-unsur yang mau memecah belah bangsa. Itu yang sangat dijaga. Karena, Indonesia sebagai negara yang majemuk dengan banyak suku, agama, ras, dan semua masalah, kalau ada masalah, marilah diselesaikan dengan sejuk dan damai. “Di ruangan boleh kita saling menegur. Itu harapan saya sebagai anak bangsa. Saya selalu ingin suasana yang baik,” tegas Prabowo.
Prabowo Subianto sendiri mengaku sangat terhormat, dan mendapat kehormatan dikunjungi Presiden Jokowi, di kediamannya. Meski pernah menjadi pesaing Jokowi saat Pemilihan Presiden (Pilpres) pada 2014 lalu, Prabowo mengaku hubungannya dengan Presiden Jokowi baik. “Pernah rival, ya kan. Tapi beliau juga baik sama saya, jadi komunikasi itu baik, dan saya kira itu bagus ya dalam budaya bangsa,” ujarnya.
Prabowo melanjutkan, bahwa boleh berbeda pendapat dengan Jokowi, kadang-kadang tajam, termasuk kritikannya kepada para Menteri Kabinet Kerja, termasuk dengan Presiden Jokowi sendiri dan Partai Gerindra juga kadang-kadang keras. Namun dia mengingatkan, hal itu dilakukan karena Partai Gerindra bertanggung jawab pada konstituen. “Tapi di ujungnya kita mempunyai kepentingan yang sama. NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) kita ingin menjaga,” urainya.
Menurut Prabowo, dari awal sudah menyampaikan, yakin Jokowi sebagai patriot, keinginannya juga yang terbaik untuk bangsa. “Saya patriot, saya ingin yang terbaik. Jadi dalam hal-hal tertentu, kita harus ketemu, dan kita harus menyampaikan dan beliau sangat terbuka, beliau meminta pandangan saya, tentang beberapa hal,” katanya.
Bahkan, Prabowo menyatakan siap, setiap saat bila diminta oleh pemerintah untuk terus memberi masukan, demi kepentingan rakyat dan bangsa. Mengenai topi cowboy yang diberikannya, Prabowo mengatakan, Jokowi ternyata punya bakat naik kuda. Karena punya kelebihan, badannya ringan. “Kuda itu suka dengan yang ringan-ringan,” tandasnya. (ekaf)
















