PALEMBANG, fornews.co – Setelah tertahan dua hari di Tangerang, akhirnya tim Sriwijaya FC bisa melanjutkan penerbangan ke Balikpapan untuk selanjutnya menuju Tenggarong, Selasa (17/07).
Namun keberangkatan kali ini memang penuh perjuangan. Sebab, Alberto Goncalves dkk harus terbagi dalam lima penerbangan berbeda. Hal itu disebabkan sulitnya mendapatkan tiket dari Bandara Internasional Soekarno – Hatta menuju Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman di Sepinggan, Balikpapan, Kalimantan Timur.
Karena situasi sulit ini, membuat manajemen Sriwijaya FC bergerak cepat meminta penjadwalan ulang pertandingan pekan 16 dan 17 Liga 1 2018. Semula dijadwalkan Sriwijaya melakoni laga tandang di markas Mitra Kukar, Selasa (17/07) sore. Namun karena Sriwijaya baru mendapatkan penerbangan di hari yang sama, maka diusulkan laga mundur menjadi Rabu (18/07) sore. Beruntung Mitra Kukar memahami dan bisa menerima kondisi yang dialami lawannya.
“Jadwal sudah dipastikan main hari Rabu (18/07) jadi kita masih ada waktu, walau mepet, untuk hadir ke Tenggarong. Kita pastikan dulu tim hadir untuk menjalani pertandingan,” kata Asisten Manajer Sriwijaya FC Achmad Haris, Selasa (17/07).
Sementara Sekretaris Tim Sriwijaya FC Hendri Rizal menerangkan, karena tak bisa mendapatkan tiket dalam jumlah banyak di satu penerbangan, akhirnya diputuskan untuk memberangkatkan tim dalam jumlah kecil. Untuk menuju Balikpapan, pemain dan ofisial Sriwijaya dibagi dalam lima penerbangan yaitu GA560 yang berangkat pukul 05.20 WIB, GA562 berangkat pukul 06.40 WIB, GA570 berangkat pukul 10.15 WIB, GA568 berangkat pukul 13.40 WIB, dan GA572 berangkat pukul 15.30 WIB.
“Setibanya pemain di Bandara Balikpapan, sudah ada yang jemput atau naik taksi travel menuju Tenggarong sekitar 3 jam perjalanan. Di Tenggarong tim akan menginap di Grand Fatma Hotel Tenggarong yang berjarak kurang lebih 5 kilometer dari Stadion Aji Imbut Tenggarong,” terang Rizal. (ije)

















