
Massa aksi terdiri dari Remaja Masjid Tarbiah, Forum Ukhuwah Islamiyah, Pemuda Muhammadiyah, PC IMM dan PD IPM OKU. Mereka menggelar aksi damai dibarengi aksi sosial dengan menggalang dana diperuntukan bagi warga Muslim Rohingya yang kian terpuruk. Ratusan masyarakat Islam di wilayah barat negara bagian Rakhin, dibantai dan dibakar layaknya “hewan”.
“Otoritas muslim sudah dibunuh dan dibakar termasuk anak-anak yang tidak berdosa. Bahkan kondisi muslim di sana (Rohingya) terancam,” seru Ketua PC IMM OKU, sekaligus Koordinator Aksi Arda Anggara mengecam tindakan pembantaian terhadap Muslim Rohingya di Taman Kota Baturaja, Senin (28/11).
Dalam kesempatan ini, massa aksi mengajak umat Islam untuk menyerukan dan mengecam pembantaian yang menimpa umat Islam Rohingya. Mereka juga mendesak pemerintah dan wakil rakyat, mendorong agar pelaku pelanggar HAM ditindak sehingga masyarakat Islam di negara bagian barat Myanmar dapat hidup damai. “Jelas ini, merupakan cambukan bagi kita (kaum Islam). Hal ini harus terus diserukan,” ucapnya.
Nuzul Kurniawan anggota PC IMM OKU, yang turut dalam aksi damai tersebut menambahkan, penggalangan dana dana untuk masyarakat muslim di Rohingya, terbagi dalam dua titik yakni; di simpang empat Universitas Baturaja (Unbara), dan Taman Kota Baturaja. “Sumbangan ini nantinya akan kita serahkan ke lembaga Lazizmuh yang memang pusat penyaluran zakat, infak dan sodakoh, langsung ke Myanmar,” timpalnya.
Sebelumnya, gambar citra satelit, Minggu (13/11), menunjukkan ratusan bangunan Muslim Rohingya di barat Myanmar dibakar. Keterangan wilayah Rakhine, tempat Muslim Rohingya bermukim, meningkat dalam beberapa waktu terakhir menyusul tewasnya sembilan polisi perbatasan bulan lalu. Militer menjaga ketat kaawasan tersebut dan memburu pelaku penembakan yang ditengarai bagian kelompok radikal asing. Tentara telah menewaskan belasan orang dalam operasi perburuan. Baku tembak sempat terjadi, yang menyebabkan dua tentara dan enam penyerang tewas.
Seperti dikutip Al-Arabiya, laporan pelanggaran HAM ini memang belum bisa dikonfirmasi secara independen. Karena otoritas membatasi area tersebut. Laporn citra satelit ihwal pembakaran desa di Rohingya diungkap oleh Human Rights Watch. Analis mengungkap ratusan bangunan Muslim Rohingya ditiga desa dibakar. Dimana tiga desa tersebut menjadi pusat pertempuran. Lebih dari 130 orang dikabarkan tewas. (ibr)
















