
PENDOPO, fornews.co-Kepala Desa (Kades) dan perangkatnya di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), akhirnya merasakan hasil jerih payahnya setelah enam bulan tertunda penggajiannya, karena telatnya pencairan Alokasi Dana Desa (ADD).
Kendati demikian, tidak dapat dinikmatinya sekaligus. Sebab pembayaran melalui rekening desa itu, penyalurannya dilakukan secara bertahap agar tidak terjadi penumpukan di Bank SumselBabel, yang menjadi tempat pencairan ADD tersebut.
“Kita bagi per kecamatan. Kemarin (Senin 23/01) Kecamatan Tanah Abang, dan hari ini Kecamatan Talang Ubi. Demikian itu kita lakukan, supaya tidak menumpuk dan terjadi antrian panjang. Saya berpesan, silahkan pergunakan dan bagikan ADD tersebut sesuai peruntukannya, sebab disitu ada hak kades dan perangkatnya sebagai tunjangan,” ujar Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) PALI, A Gani Ahmad saat dibincangi, Selasa (24/01).
Dia mengungkapkan, tidak ada potongan maupun pungutan diperuntukkan untuk dinasnya maupun pegawai di dinasnya. Semua langsung didistribusikan ke rekening desa, tidak melalui dinas. “Sepeser pun kami tidak memotong maupun meminta bantuan dari ADD. Apabila ada oknum yang memungut mengatasnamakan dinas kami, maka langsung laporkan, saya akan tindak,” tegasnya.
Kedepan lanjut dia, pihaknya bakal berusaha keras untuk mengupayakan penyaluran ADD tepat waktu. Keterlambatan sendiri, pria yang juga menjabat Asisten I Setda PALI, ini tidak menjelaskannya. “Semoga keuangan daerah kita lancar, supaya kejadian sebelumnya tidak terulang kembali. Kami juga akan berusaha maksimal agar penyaluran ADD selanjutnya tepat waktu,” imbuhnya.
Sementara, Kades Karta Dewa, Irwan Ibrahim menyambut baik kabar telah cairnya ADD tersebut. “Hari ini juga kami akan langsung ke bank untuk mengambil ADD itu. S,ebab dana itu sudah lama ditunggu dan sangat diharapkan perangkat desa sebagai penunjang maksimalnya pelayanan terhadap masyarakat,” katanya, sembari berharap kedepan semuanya lancar tanpa ada kendala. (lur)
















