SEKAYU, fornews.co – Pemkab Musi Banyuasin didatangi Tim Asistensi Kementerian Koordinator Perekonomian dalam rangka mengkoordinasikan titik wilayah replanting kelapa sawit di Kecamatan Sungai Lilin dan Keluang.
Penasihat Kebijakan Menteri Perekonomian, Saifudin menjelaskan tujuan kedatangan tim Kemenko ke Muba terkait program kebijakan pemerataan ekonomi (KPE) oleh pertama Presiden Republik Indonesia Joko Widodo di antaranya mengenai replanting kelapa sawit untuk perkebunan di Muba yang diresmikan langsung Presiden Oktober 2017 lalu.
“Kenapa kita perlu hadir langsung disini, karena ingin betul-betul menyampaikan informasi ke bapak Presiden melalui bapak Menko Perekonomian data yang benar-benar valid dan akurat, makanya kami harus datang dan menerbangkan pesawat drone di lokasi tersebut di semua lokasi yang menjadi pilot project khususnya sawit di Musi Banyuasin. Harapannya model ini bisa tercapai dengan baik dan akan dilakukan model seperti ini untuk daerah-daerah selanjutnya yang berpotensi untuk ditanami sawit,” jelasnya.
Saifudin menambahkan, terkait pelaksanaan teknis verifikasi melalui survei udara, pihaknya akan menerbangkan pesawat drone tepat di atas 8.700 hektare lahan di dua kecamatan yaitu Sungai Lilin dan di Keluang. Yang menjadi prioritas yang paling pokok mesti diverifikasi untuk dijadikan report adalah lahan di Sungai Lilin, karena waktu itu lahan disitu yang menjadi pilot project-nya Presiden RI.
Sementara itu, Plt Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Pemkab Muba Erdiansyah menyampaikan apresiasi atas kedatangan tim dari Kemenko Perekonomian.
“Kedatangan tim Kemenko ini merupakan bukti keseriusan pemerintah pusat bagi Pemkab Muba atas program replanting sawit. Tentunya Pemkab Muba komitmen, karena ini berkelanjutan dari komoditas kelapa sawit. Kami juga komitmen terhadap bibit yang ditanami, jangan sampai bibit yang tidak bersertifikat serta legalitas lahan petani dan memperhatikan tanaman dengan sarana produksinya,” tukasnya.
Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Muba Iskandar Syarianto mengatakan, pihaknya menyambut baik kegiatan pengecekan ke lapangan oleh tim Kemenko. Sebab hal ini sangat positif bagi penyusunan database.
“Kami sudah melakukan inisiatif sendiri dengan pihak perpajakan tiap hari, tapi memang datanya belum terlalu valid, karena waktu itu baru titik nol untuk penumbangan jadi hari ini mungkin tim sudah mendapatkan hasilnya sudah ditumbang dan ditanam di lapangan bisa menghitung,” ujarnya. (ije)

















