MUARA BELITI, fornews.co – Meski bermain di bawah guyuran hujan, tak menurunkan performa Timnas All Star pada laga penutup Alex Noerdin Cup 2019 di Kabupaten Musi Rawas, Senin (28/01) sore. Wijay dkk sukses memberondong gawang Persimura Legend 8 gol tanpa balas.
Pada laga yang digelar di lapangan Merdeka, Musi Rawas, Timnas All Star melanjutkan rekor tak terkalahkan hingga pertandingan ke-11 ini. Bahkan, tim besutan Nasir Salassa sangat produktif dengan mengemas 67 gol.
Di laga melawan Persimura Legend, Timnas All Star tak butuh waktu lama mengoyak jala tim tuan rumah. Cristian Carrasco mencetak gol pembuka dengan memanfaatkan assist dari Amirul Mukminin pada menit ke-2. Hanya berselang lima menit, Wijay menggandakan skor lewat sepakan kerasnya ke sudut kanan gawang tim tuan rumah. Tertinggal dua gol, tim tuan rumah semakin tertekan, lagi-lagi Wijay berhasil mengoyak jala Persimura Legend menit ke-10. Dua gol tambahan lagi sebelum turun minum dicetak Cornelis Mamesah menit ke-20 dan Carrasco menit ke-22.
Memasuki babak kedua, Timnas All Star tak mengendurkan serangan. Permainan berkelas dipertontonkan Wijay dkk Junaidi di depan ribuan masyarakat Musi Rawas.
Pundi gol Timnas All Star bertambah setelah Junaidi menyumbang dua gol pada menit ke-60 dan 73. Dan pesta gol sore itu ditutup Septarianto dengan golnya di menit 76.
Ketua Pelaksana Alex Noerdin Cup 2019, Eddy Sofyan menyebut, kunci dari rekor tak terkalahkan dan sekaligus suburnya gol Timnas All Star karena durasi pertandingan tim terus bertambah. Performa permainan Wijay dkk terus meningkat karena pemain terus menjalani sesi latihan ataupun pertandingan pada turnamen Alex Noerdin Cup.
“Permainan semakin solid, padatnya jadwal pertandingan pun membuat fisik pemain semakin baik, itu karena dalam tiga harinya pemain bisa bermain sampai dua pertandingan,” jelasnya.
Pernah menjadi sang arsitek, Eddy tahu betul cara menjaga ritme dan suasana di dalam tim, sehingga Timnas All Star bisa memperagakan permainan terbaiknya dan memberikan hiburan pada masyarakat di 17 kabupaten/kota di Sumsel.
“Tapi bukan banyaknya gol yang kita cari, melainkan edukasi kepada anak-anak usia dini bagaimana cara bermain sepak bola yang benar. Kita ada festival U12, U14 dan coaching clinic lalu sorenya melihat Timnas All Star bermain setelah mereka berikan edukasi cara bermain sepak bola yang benar,” katanya. (ije)

















