JAYAPURA, fornews.co – Legenda hidup Persipura Jayapura, Eduard Ivakdalam, sepertinya belum berhenti memberikan torehan prestasi untuk tanah Papua. Medali emas Cabor sepakbola PON XX Papua menjadi bukti kontribusi besarnya.
Pada final cabor sepakbola PON XX Papua, Kamis (14/10/2021) kemarin, Edu, sapaan akrabnya, menaklukan Nangroe Aceh Darussalam (NAD) dengan skor 2-0. Kemenangan ini juga, melanjutkan sejarah pada PON XIII Jakarta 1993, tim Papua juga mengalahkan Aceh dengan skor 6-3.
Edu bukan orang baru untuk sepakbola di Bumi Cendrawasih, karena sebelum menjadi pelatih, dia adalah pemain dan icon dari Persipura, kemudian Persidafon dan Persiwa.
Bersama Persipura sejak 1994-2010, Edu ikut membantu tim menjadi juara Liga Indonesia musim 2005 dan 2009, dan juara Community Shield 2009. Kemudian, Edu melanjutkan karir ke Persidafon Dafonsoro dan Persiwa Wamena pada tahun 2010 dan memilih gantung sepatu pada tahun 2016 bersama Persiwa.
Edu juga pernah mejadi bagian dari Timnas Indonesia di ajang Sea Games 1997 dengan mempersembahkan medali perak. Prestasi lainnya, Edu dinobatkan sebagai pemain paling sportif di kompetisi ISL 2010 dan mendapatkan penghargaan Fair Play Award.
Pensiun sebagai pemain, Edu tak meninggalkan sepakbola, namun memilih melanjutkan karirnya sebagai pelatih. Usai mengambil lisensi pelatih, dia mulai membesut klub lokal Papua, Persewar Waropen (liga 3) tahun 2017, kemudian di tahun 2018 giliran Persemi Mimika yang meminang dirinya. Kala itu, Edu sempat mengantarkan Persemi hingga ke babak nasional.
Pada 2019, Edu dipercaya Asprov PSSI Papua menukangi Tim Sepakbola PON Papua. Dari sentunhan dinginnya, Edu mulai mengumpulkan sekuat terbaiknya selama 2 tahun 4 bulan dan akhirnya mempersembahkan medali emas bagi Sepakbola Papua di ajang PON XX 2021 usai mengalahkan Aceh di partai final.
Dari semua perjalanan ini, Edu membuktikan bahwa dia tak hanya sukses sebagai pemain tapi juga sebagai pelatih.
Nah, usai mempersembahkan medali emas untuk Papua, apa lagi yang akan diperbuat sang legenda?
“Semua saya kembalikan kepada manajer klub, karena mereka bisa melihat apa yang saya kerjakan untuk sepakbola Papua. Semuanya saya kembalikan kepada klub,” kata Edu, saat ditemui Humas PB PON XX di Hotel Mahkota Hamadi, Jayapura, Jumat (15/10/2021).
Edu mengungkapkan, siap untuk menukangi sebuah klub Liga 2 bahkan Liga 1 jika ada yang meminta.
“Jika memang saya dipercayakan, saya siap. Karena pekerjaan ini sudah selesai,” ungkap dia.
Hanya saja, Edu menyayangkan, tim PON Papua yang sudah dibentuknya selama 2 tahun 4 bulan harus bubar pasca PON ini. Apalagi, tim ini merupakan satu klub yang benar-benar menggambarkan sepakbola Papua.
“Pengalaman saya selama menjadi pemain saya curahkan semua ke dalam tim ini. Ini tim yang sangat luar biasa, memiliki militansi pemenang yang luar biasa. Semua masayarat sudah melihatnya,” tandas dia. (aha)
















