PALEMBANG, fornews.co – Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia atau Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) optimis, industri agen travel mulai punya harapan untuk bangkit. Terbukti, ada sekitar 35 agen perjalanan wisata terlibat dalam Travel Fair 2021 yang diselenggarakan pada 5 – 14 Februari 2021 di Transmart Radial Palembang.
Ketua DPD ASITA Sumatra Selatan, Anton Wahyudi mengatakan, travel fair ini menjadi event penting bagi industri pariwisata dalam menghadapi tantangan isu merebaknya virus corona. Tahun 2020 lalu, agenda ini tidak digelar karena masih awal pandemi Covid-19.
“Kami berani adakan pameran tahun ini karena kondisi sekarang sudah masuk masa normal baru. Ini juga menjadi upaya untuk menggeliatkan kembali industri travel, karena mulai ada harapan untuk bangkit,” jelas Anton dibincangi fornews.co usai pembukaan acara, Jumat (5/2/2021).
Diakuinya, pandemi Covid-19 sangat mempengaruhi sektor pariwisata. Tahun 2020 lalu, sebut Anton, industri agen travel merugi hingga 80% lantaran banyak negara tujuan wisata lockdown. Ditambah pula perhotelan dan pengelola destinasi wisata banyak yang tutup.
Melihat pola normal baru dengan protokol kesehatan, diyakini dapat mengurangi kekhawatiran masyarakat untuk berwisata. Karena itu, pihaknya tentu mendorong pelaku usaha pariwisata untuk terus menjual paket perjalanan yang menarik. Salah satunya dengan memfasilitasi agen perjalanan wisata memperkenalkan produk mereka dalam travel fair.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pariwisata Sumsel, Aufa Syahrizal mengatakan, pandemi Covid-19 tidak tahu kapan berakhir tapi industri pariwisata tidak boleh menyerah pada kondisi.
“Kuncinya harus tetap optimis. Target kunjungan wisata tahun 2021 harus meningkat, mengingat tahun lalu anjlok hingga 80%,” sebut Aufa.
Dipastikannya, protokol kesehatan tetap dijalankan dalam setiap kegiatan pariwisata. Apalagi Sumsel sudah memiliki Peraturan Gubernur tentang protokol kesehatan di masa normal baru.
“Itulah alasan Sumsel berani melaksanakan event, mulai dari Palembang yang meluncurkan kalender kegiatan pariwisata 2021, juga travel fair Asita ini, Sumsel punya pegangan (regulasi),” imbuhnya.
Sementara itu, Pimpinan Perwakilan Tazkia Group Sumsel, Ummi Dinas Yasa mengatakan, pihaknya merugi hampir 100% di tahun 2020 lalu. Pihaknya terpaksa makan tabungan untuk operasional saat itu.
“Tahun ini, untuk perjalanan wisata mancanegara ke Turki sudah buka sejak Maret dan ini menjadi harapan kami,” ungkapnya.
“Beda dengan Palestina, Dubai, Maroko, dan Andalusia yang belum membuka untuk tour mancanegara. Adapun untuk wisata nusantara, kami juga sudah melayani ke Bangka Belitung, Bali, Lombok, dan Medan, serta daerah yang tidak ada bencana,” tambah Dinar. (yas)
















