PALEMBANG, fornews.co – Niat Ummi Qodriyah untuk beramal dengan membagikan paket sembako kepada warga yang membutuhkan di tengah bulan Ramadan dan terdampak pandemi COVID-19, harus tertunda sementara. Sebab paket sembako yang dibelinya tak kunjung datang.
Merasa tertipu karena tidak sesuai perjanjian awal, Ummi pun melaporkan dua kenalannya yaitu Nana warga Jalan Gresik, Kecamatan Ilir Timur III, dan Marwan warga komplek Multi Wahana Blok M7, Lebung Gajah, Kecamatan Sematang Borang.
Kejadian ini berawal saat Ummi yang bertempat tinggal di Lorong H Roni Ilir Timur I Palembang hendak mencari paket sembako murah untuk melakukan kegiatan amal yang rencananya paket sembako tersebut akan diberikan kepada orang yang terkena dampak COVID-19
“Waktu hendak mencari paket sembako murah, lalu adik ipar saya Paramitha Purnamayati mengenalkan saya kepada para pelaku. Lalu saya memesan paket sembako sebanyak 165 paket dengan total Rp18 juta dan sudah saya transfer melalui M-Banking ke rekening BCA atas nama Marwan. Pelaku menjanjikan paket sembako itu akan dikirim pada tanggal 2 Mei. Namun sampai hari ini paket itu belum sampai,” ujar Ummi di hadapan petugas SPKT Polrestabes Palembang, Selasa (05/05).
Menurut Ummi, adik iparnya mengenalkan pelaku karena sebelumnya adik iparnya itu sering mengambil paket sembako dengan pelaku lancar-lancar saja.
“Hal itulah yang membuat saya percaya terhadap pelaku. Saya sebelumnya sudah sering melakukan hal seperti ini setiap bulan puasa, tapi baru ini saya tertipu,” sesalnya.
Sementara itu, Kepala SPKT Polrestabes Palembang AKP Heri membenarkan adanya laporan penipuan dan penggelapan yang dialami korban saat akan membeli paket sembako.
“Laporan sudah diterima petugas piket kita dan berkasnya nanti akan diserahkan ke Sat Reskrim untuk di tindaklanjuti,” katanya. (cr4)

















