PALEMBANG, fornews.co – Dinas Kesehatan Kota Palembang mencatatkan adanya penambahan konfirmasi positif COVID-19 per tanggal 14 November 2020 sebanyak 31 kasus.
Kasi Pencegahan dan Penyakit Menular Dinkes Palembang, Yudhi Setiawan mengatakan, dengan penambahan kasus baru ini maka total konfirmasi positif COVID-19 di Palembang kini berjumlah 3.757 kasus. Terdiri dari pasien bergejala 2.162 orang dan pasien tidak bergejala 1.595 orang.
Tercatat, pasien konfirmasi positif bergejala yang dirawat total 182 orang. Sebanyak 249 pasien menjalani isolasi mandiri, 1.527 orang sembuh, dan 214 lainnya meninggal. Sementara pasien tidak bergejala yang isolasi mandiri sebanyak 16 orang, 1.572 orang sembu, dan 7 orang meninggal.
“Data suspek juga bertambah hari ini yakni sebanyak 36 orang, sehingga total suspek COVID-19 di Palembang menjadi 14.767 orang,” sebut Yudhi.
Probable tidak ada penambahan, dengan begitu totalnya sebanyak 152 probable. Sementara untuk angka kontak erat hari ini menjadi 3.324 orang karena ada penambahan 24 orang dari hasil tracing pasien positif.
“Pasien sembuh tercatat bertambah 11 orang, sehingga total sembuh Palembang saat ini 3.089 orang, dengan pasien meninggal 221 orang,” terangnya.
Sementara itu, peta risiko dari Satgas Penanganan COVID-19 nasional mencatatkan posisi Kota Palembang saat ini masih di zona oranye atau wilayah dengan risiko sedang penularan COVID-19.
Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito sebelumnya telah menyoroti 54 kabupaten/kota yang selama 10 minggu berturut-turut berada dalam zona oranye, salah satunya Kota Palembang. Ia menegaskan, agar daerah tidak merasa puas berada di zona tersebut. Menurutnya, kondisi di zona oranye dalam waktu begitu lama berarti perlu ada evaluasi menyeluruh terhadap penanganan COVID-19 di wilayahnya masing-masing. Harusnya daerah-daerah yang tidak berubah kondisinya itu segera belajar untuk meningkatkan penanganan COVID-19 di wilayahnya masing-masing.
“Sepuluh minggu bukanlah waktu yang sebentar. Untuk itu kepada bupati dan wali kota dibantu gubernurnya, untuk bisa memperbaiki kondisi di wilayahnya. Kami menunggu kepada 54 kabupaten/kota ini untuk bisa berpindah ke zona kuning,” kata Wiku baru-baru ini. (ads/yas)
#satgascovid19 #ingatpesanibu #ingatpesanibupakaimasker #ingatpesanibujagajarak #ingatpesanibucucitangan #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun
















