PALEMBANG, fornews.co – Meski telah datang lebih dulu dari tim lainnya ke Palembang, namun tim sepak takraw Indonesia tidak bisa berlatih optimal karena lapangan yang representatif belum tersedia.
“Saya sebagai Manajer Sepak Takraw Indonesia agak sedikit kecewa karena tempat latihan maupun pertandingan masih belum maksimal. Sehingga kami sebisanya menggunakan tempat yang ada. Saya nilai lapangan belum 100% untuk latih tanding. Untuk lantai sudah cukup, hanya saja belum sempurna dengan belum terpasangnya karpet khusus yang terpasang di lapangan pertandingan,” ujar Manajer Sepak Takraw Indonesia I Ketut Gede Wijatnika ditemui disela-sela latihan tim sepak takraw Indonesia di GOR Dempo, Senin (13/08) siang.
Meski demikian, pria berpangkat Komisaris Besar Polisi ini terus menyemangati para atletnya untuk tetap melakukan persiapan secara normal. Apalagi Ketut tak ingin Pelatnas yang telah dijalani 8 bulan terakhir menguap begitu saja.
“Harapan kita dapat hasil yang terbaik. Kita sengaja datang ke Palembang lebih awal untuk beradaptasi dengan cuaca maupun tempat pertandingan,” kata Ketut.
Menurut Komandan Satuan Brimob Polda Jawa Timur ini, pada Asian Games kali ini Indonesia menurunkan kekuatan penuh 12 atlet putra dan 12 atlet putri yang akan berkompetisi di 5 nomor yang dipertandingkan.
“Target dari PB PSTI kita dapat 1 medali emas. Tapi kita akan upayakan lebih. Mohon doa restunya semua masyarakat Indonesia untuk seluruh atlet Indonesia yang berlaga di Asian Games 2018 ini,” harapnya.
“Tidak ada lawan yang berat, selama atlet-atlet kita konsentrasi, fokus dan semangatnya kita gelorakan, pantang menyerah sehingga semua lawan kita libas,” imbuh Ketut. (ije)

















