YOGYAKARTA, fornews.co—Letusan Gunung Merapi pada tahun 2010 yang memakan banyak korban sekaligus menewaskan Juru Kunci Gunung Merapi, Mbah Marijan itu dapat kembali disaksikan melalui kanal Youtube.
Banyak yang kagum dengan video hasil rekaman netizen yang memperlihatkan dahsyatnya Gunung Merapi saat meletus.
Video letusan Gunung Merapi itu diunggah oleh akun youtube, Oglex Wahyudi Channel, tanggal 19 Januari 2021 dan langsung mendapat 983 subscribe.
“Bagi yang belum pernah melihat video ini mangga dilihat video Erupsi 2010 malam hari,” kata Wahyudi yang juga membagi videonya di fesbuk.

Hampir semua yang menonton video Erupsi Gunung Merapi berkomentar mengerikan dan seram. Namun, ada juga yang berkomentar trauma atas peristiwa itu.
“Takut, masih trauma,” komentar Ersya, di fesbuk, Ahad (24/1/2021).
Di Youtube, Wahyudi, mengaku saat merekam letusan Gunung Merapi situasinya sangat berbahaya.
Namun, hasil rekaman video Wahyudi sempat tersebar cepat di media sosial, dan tidak sedikit yang mengaku sebagai pemilik video tersebut.
“Video ini yang merekam saya sendiri mas, suara itu suara saya, langsung dari TKP,” ungkap Wahyudi di kanal youtube.
Guna membuktikan bahwa video letusan dahsyat Gunung Merapi itu adalah benar milik Wahyudi, mereka yang mengaku sebagai pemilik video ditantang oleh Wahyudi untuk membuktikannya.
“Saya suruh buktikan, dia tidak bisa,” kata Wahyudi.
“Yang punya ijin sama saya hanya Disparbud Magelang (Ketep Pass).”
Di kanal youtube, Wahyudi, membalas komentar Fabi Channel yang mengaku pernah melihat videonya dan kaget ternyata adalah benar milik Wahyudi.
“Ternyata video yang dulu saya lihat itu ternyata uploadtan mas Wahyu, pertama saya cari ketemu, kok Channel ya sama. Ternyata punya mas Wahyudi,” kata Fabi Channel.
Wahyudi lalu membenarkan komentar Fabi Channel dan menjelaskan bahwa video yang pernah dilihatnya itu merupakan cuplikan videonya setelah berhasil merekam Gunung Merapi saat meletus.
“”Iya mas… Itu cuplikan saja. Ini yang full durasi. Tapi, ada beberapa channel yang bukan dari saya mas, cuma sebagian-sebagian dan sudah diedit,” jelas Wahyudi.
Banyak akun yang mengaku dan mengunggah video milik Wahyudi di sosial media akhirnya dihapus sendiri.
“Yang sebagian Channel sudah saya komplain langsung ke pemilik Channel itu, dan dihapus sendiri oleh pemilik akun,” ujar Wahyudi.”
Wahyudi menduga video miliknya masih tersisa di Twitter dan Youtube. Wahyudi belum melakukan pengecekan satu persatu.
“Belum ngecek satu persatu.”
Wahyudi mengajak mengenang kembali peristiwa erupsi Gunung Merapi melalui video hasil rekamannya pada 4-5 November 2010.
“Sambil mengenang 10 tahun Erupsi Merapi 2010, mari berdoa semoga erupsi tahun ini dan selanjutnya tidak sedahsyat Erupsi tahun 2010,” ujar Wahyudi. (adam)

















