LUBUKLINGGAU, fornews.co – Wali Kota Lubuklinggau H SN Prana Putra Sohe menghadiri rapat koordinasi (Rakor) Tim Pengawas Orang Asing (Tim PORA) Kabupaten Musi Rawas, Kabupaten Musi Rawas Utara, Kabupaten Empat Lawang dan Kota Lubuklinggau di Hotel Cozy Lubuklinggau, Selasa (26/11/2019).
Pada kesempatan itu, Wako menjelaskan sedikit gambaran tentang Kota Lubuklinggau yang merupakan nomor 16 terbesar di Indonesia. Saat ini Pemkot Lubuklinggau sedang gencar melaksanakan pembangunan di berbagai bidang sebagai upaya meningkatkan daya saing kota.
“Kami ada program Ayo Ngelong ke Lubuklinggau 22:2:22. Pada 2020 nanti akan banyak event yang diadakan di Kota Lubuklinggau. Setidaknya 10 festival siap digeber di Kota Lubuklinggau,” ujar Wako.

Tak hanya itu, lanjut Wako, jika ada daerah tetangga mengadakan berbagai event, Pemkot Lubuklinggau sangat mendukung. Sebab sedikit banyak hal itu akan berdampak bagi Kota Lubuklinggau khususnya di bidang ekonomi.
Meski demikian, kata Wako, pihak terkait harus lebih memperhatikan dan mengawasi dengan ketat orang-orang yang datang ke Kota Lubuklinggau karena daerah ini merupakan pintu masuk sebelum menuju ke daerah Sumsel lainnya. Bahkan Pemkot Lubuklinggau siap membantu Kemenkumham guna memberikan hal terbaik bagi Kota Lubuklinggau dan daerah sekitarnya.
“Ini merupakan wujud kepedulian Pemkot Lubuklinggau. Kehadiran keimigrasian di Kota Lubuklinggau merupakan wujud nyata yang sangat besar manfaatnya,” ucap Wako.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum & HAM Provinsi Sumatra Selatan, Ajub Suratman mengatakan, perlu diketahui bahwa orang asing itu adalah mereka yang bukan warga negara Indonesia (WNI). Orang yang keluar masuk ke Indonesia harus melalui pintu gerbang keimigrasian. Fungsi keimigrasian selain melayani publik juga memenuhi kedaulatan hukum.
“Maka dari itu orang asing harus melalui pengawasan penuh. Orang asing yang tidak membawa keuntungan ke Indonesia seperti membawa narkoba, AIDS dan lain sebagainya harus ditindak secara hukum. Maka dari itu mereka harus diawasi,” jelasnya.

Masih menurut Ajub, Tim PORA ini ada di tingkat pusat hingga daerah. Untuk tingkat pusat dibentuk oleh menteri sedangkan di daerah dibentuk oleh Kantor Keimigrasian. “Saya ucapkan terima kasih kepada Wali Kota Lubuklinggau yang telah menyiapkan tempat untuk kegiatan Rakor ini,” tukasnya. (*)
















