SEKAYU, fornews.co – Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Musi Banyuasin mengimbau warga untuk sementara waktu tak mengkonsumsi langsung air Sungai Musi. Sebab, dari pemeriksaan sementara, kondisi air Sungai Musi yang mengalir di wilayah Muba mengandung belerang.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Muba, Andi Wijaya Busro mengatakan, untuk sementara dapat disampaikan Sungai Musi sangat keruh dan ada kandungan belerang (H2S) dan total suspended solid (TSS/padatan tersuspensi total) di atas baku mutu air Sungai Musi.
“Kita imbau masyarakat sementara waktu untuk tidak mengkonsumsi air Sungai Musi secara langsung,” tegas Andi.
Hal itu disampaikan Andi, setelah tiga dinas terkait yaitu Dinas Perikanan, Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Muba meninjau langsung lokasi terjadinya fenomena ikan mengambang di Sungai Musi tepatnya di Desa Ngulak dan Desa Terusan, Kecamatan Sanga Desa, pada Selasa (23/06). Tak hanya itu, hari ini Kamis (25/06) warga di Kecamatan Lais tepatnya di Desa Rantau Kroya juga dihebohkan dengan ditemukannya ikan pari yang mati di sungai.
Warga yang mendapati ratusan bahkan ribuan ikan mengambang di Sungai Musi menduga air sungai tercemar zat beracun dan berbahaya.
“Ikan-ikan ini tidak mati, hanya saja kondisinya seperti mabuk. Kejadian seperti ini diperkirakan akibat air yang sangat keruh sehingga insangnya ditempeli partikel lumpur sehingga sulit bernapas. Lalu lumpur juga membuat mata ikan tidak bisa melihat,” jelas Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Muba Hendra Tris Tomy.
Kemudian Tomy menyampaikan, dari hasil pemeriksaan on the spot sampel air Sungai Musi di lokasi tersebut, tidak ada parameter yang menunjukkan kualitas air sungai dalam kondisi yang ekstrem.
“Meski demikian, kami tetap berkoordinasi dengan DLH Muba untuk mengecek parameter yang harus dites di laboratorium DLH,” katanya.
Tomy menambahkan, dari pengamatan langsung terhadap fisik ikan yang mengambang, terlihat jelas insang ikan berwarna merah tetapi ditempeli lumpur.
“Kemudian, daging ikan kenyal atau tidak lembut,” tuturnya.
Dinas Kesehatan yang juga ikut turun ke lokasi langsung menurunkan tim surveilans kesehatan dan petugas sanitarian.
“Petugas Dinkes langsung melakukan pemantauan dan pengawasan cepat terhadap dampak kesehatan masyarakat yang mengkonsumsi ikan yang mabuk dari Sungai Musi tersebut,” ucap Kepala Dinkes Muba dr Azmi Dariusmansyah.
Menurut Azmi, sampai saat ini belum ada laporan keracunan akibat konsumsi ikan mabuk di lokasi tersebut. “Saat ini, Dinkes Muba sudah berkoordinasi dan menunggu hasil dari DLH Muba terkait dengan kandungan yang mencemari Sungai Musi,” imbuhnya.
Dinkes, kata Azmi, juga sudah melakukan pengambilan sampel ikan yang dikirim langsung ke BBLK untuk dilakukan pemeriksaan kimia 4 parameter.
“Untuk antisipasi jika terdapat keracunan akibat mengkonsumsi ikan tersebut Dinkes sudah mensiagakan tenaga kesehatan, sarana prasarana di fasilitas pelayanan kesehatan atau Puskesmas dan RSUD terdekat, serta tim PSC 119,” tambahnya. (ije)
















