PALEMBANG, fornews.co – Melihat gejala awal merupakan salah satu cara untuk mendeteksi suatu penyakit. Namun, gejala awal ini kerap kurang disadari oleh sebagian orang hingga dapat mengakibatkan masalah yang serius.
Diabetes salah satunya. Penyakit ini merupakan salah satu penyakit silent killer yang bisa membunuh penderitanya secara diam-diam. Hal ini terjadi karena gejala awal diabetes sering kali tak terlihat dan tidak disadari. Oleh sebab itu, banyak orang yang baru menyadari terkena diabetes saat komplikasi terjadi.
Berdasarkan data WHO di tahun 2014, terdapat 422 juta penderita diabetes di seluruh dunia. Sementara, tahun 2016 diperkirakan ada 1,6 juta kematian yang disebabkan oleh diabetes. Penyakit ini juga menjadi penyebab utama kebutaan, gagal ginjal, serangan jantung, stroke, hingga amputasi tungkai bawah.
Disadur dari sehatq, Sabtu (05/09) disebutkan bahwa ada beberapa tanda awal diabetes yang dapat dikenali. Pasalnya, ketika terkena diabetes, tubuh dapat menunjukkan gejala-gejala yang mungkin tak Anda sadari yang harusnya menjadi perhatian;
Sering buang air kecil
Sering buang air kecil (poliuria) menjadi tanda bahwa kadar gula darah Anda cukup tinggi. Ketika ginjal tak dapat menyerap semua glukosa, organ ini mencoba membuang kelebihan gula tersebut ke dalam urine sehingga membuat Anda lebih sering buang air kecil, terutama pada malam hari.
Rasa haus yang ekstrem
Rasa haus yang ekstrem merupakan salah satu gejala awal diabetes. Hal ini berkaitan dengan kadar gula darah tinggi yang bisa menyebabkan rasa haus dan diperburuk oleh sering buang air kecil. Ketika tubuh kehilangan banyak cairan, dehidrasi dapat terjadi sehingga penderitanya akan merasa haus lebih dari biasanya.
Mudah merasa lapar
Rasa lapar yang intens atau polifagia juga menjadi tanda peringatan dini diabetes. Tubuh menggunakan glukosa dalam darah sebagai bahan bakar untuk memberi makan sel-sel tubuh. Ketika sistem ini rusak, sel tidak dapat menyerap glukosa. Akibatnya, tubuh pun terus-menerus mencari lebih banyak bahan bakar hingga menyebabkan rasa lapar yang sering. Banyaknya glukosa tambahan yang keluar melalui urine juga dapat menurunkan berat badan Anda meski sudah makan banyak.
Melambatnya proses penyembuhan luka
Pada penderita diabetes, luka bisa membutuhkan waktu berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan untuk sembuh. Kadar gula darah yang tinggi dapat merusak saraf dan pembuluh darah, mengganggu sirkulasi darah, hingga membatasi nutrisi dan oksigen yang dibutuhkan untuk penyembuhan luka diabetes. Tingginya kadar gula darah yang berkepanjangan juga dapat merusak sistem kekebalan tubuh sehingga penderitanya akan lebih sulit melawan infeksi.
Sangat kelelahan
Diabetes tipe-2 dapat memengaruhi tingkat energi penderitanya sehingga menyebabkan rasa lelah yang berlebihan. Kelelahan ini terjadi akibat kurangnya glukosa yang berpindah dari aliran darah ke sel-sel tubuh.
Nyeri, kesemutan, atau mati rasa
Terganggunya sirkulasi darah dan rusaknya saraf tubuh akibat kadar gula darah yang tinggi bisa menyebabkan Anda mengalami nyeri, kesemutan, atau mati rasa pada tangan dan kaki. Kondisi ini dikenal dengan neuropati diabetik yang dapat memburuk seiring berjalannya waktu dan menyebabkan komplikasi yang lebih serius.
Penglihatan kabur
Kelebihan gula dalam darah bisa merusak pembuluh darah kecil di mata hingga menyebabkan penglihatan kabur. Kondisi ini dapat terjadi pada salah satu atau kedua mata untuk sementara waktu maupun berkepanjangan. Jika tak mendapat pengobatan, Anda berisiko mengalami retinopati diabetik yang bisa menyebabkan kebutaan.
Bercak kulit gelap
Perubahan warna gelap pada lipatan kulit yang disebut acanthosis nigricans merupakan salah satu gejala awal diabetes yang dapat diidentifikasi. Kondisi ini lebih sering terjadi pada area ketiak, leher, dan selangkangan. Kulit juga bahkan bisa mengalami penebalan layaknya beludru.
Gatal dan infeksi jamur
Kelebihan gula dalam darah dan urine menjadi sumber makanan untuk jamur yang dapat memicu infeksi. Infeksi jamur umumnya terjadi pada area kulit yang hangat dan lembap, seperti mulut, ketiak, dan area kemaluan. Daerah yang terinfeksi dapat terasa gatal, kemerahan, panas, atau nyeri.Mengenali gejala awal diabetes bisa membantu Anda mendapat perawatan dengan cepat dan mengurangi risiko komplikasi yang parah.
Agar terhindar dari penyakit diabetes, tak ada salahnya anda segera memeriksakan diri ke dokter jika merasakan gejala-gejala di atas. (rif)
















