PALEMBANG, fornews.co – Komandan Satuan Tugas (Satgas) Kebakaran Hutan dan Lahan (Dansatgas Karhutla), Kol Inf Iman Budiman mengatakan, berdasarkan SK Gubernur Sumsel, 1 Oktober Sumsel siaga darurat kasus Karhutla.
Selain itu, dalam SK tersebut juga telah disusun struktur organisasi satuan tugas kebakaran hutan dan lahan, yang memuat nama-nama dan tugasnya masing-masing.
“Satgas ini merupakan tindak lanjut dari MoU antara TNI dan Berbagai Kementerian. Lebih rinci lagi sudah ditanda tangani Maklumat antara Kodam, Pemerintah Provinsi serta Polda Sumsel,” kata Iman Budiman usai Rakor Siaga Darurat Karhutla di Kantor BPBD Sumsel, Selasa (17/04).
Komandan Korem 044/Gapo itu melanjutkan, untuk itu dirinya mengambil langkah dengan mengumpulkan semua unit dan stakeholder yang ada untuk mendengarkan perintah pelaksanaan operasi tahun ini, serta mengambil input dan masukan dari satuan bawah untuk menyempurnakan program kerja ke depan.
“Karena operasi Karhutla gabungan dan terpadu, antara TNI, Polri dan sipil maka menjadikan konsep operasi ini menjadi unik. Unik karena prosedurnya sangat berbeda dengan militer namun keorganisasiannya seperti komando,” terangnya.
Pada kesempatan yang sama Wadan Satgas Siaga Karhutla, Iriansyah mengatakan, terdapat 4 daerah rawan Karhutla di Sumsel yakni Kabupaten OKI, Ogan Ilir, Muba, dan Banyuasin.
“Lahan gambut terluas berada di Kabupaten OKI, di mana 60 persen lahan gambut tersebut berada di wilayah konsesi Perusahaan Asia Pulp and Paper (APP) di Kabupaten OKI. Untuk itu, pihak APP sudah melakukan berbagai langkah antisipasi pencegahan Karhutla mulai dari kelengkapan fasilitas hingga pendanaan,” katanya.
Dia menambahkan, rakor ini untuk menguatkan sinergi dari semua komponen untuk mengantisipasi Karhutla agar tidak mengganggu jalannya Asian Games, Agustus mendatang. “Jadi saat ini kita fokus pada empat kabupaten itu. Bagaimana caranya jangan sampai Karhutla mengganggu Asian Games nanti,” tandasnya. (bas)

















