PALEMBANG,Fornews.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang berencana akan memulai kembali kegiatan belajar dan mengajar pada 15 Juni mendatang. Padahal, saat ini Kota Palembang belum direstui untuk menerapkan new normal atau normal baru.
Kebijakan tersebut pun menuai kontroversi bagi orangtua siswa dan tidak setuju atas kebijakan tersebut. Lantaran, mengkhawatirkan kondisi anak mereka ditengah meningkatnya kasus COVID-19 di Kota Palembang.
Salah satu orangtua siswa, Tia Maulana mengatakan sangat tidak setuju atas kebijakan tersebut. Bayangkan saja, kondisi COVID-19 saat ini di Palembang terus mengalami peningkatan. Bahkan, di Sumsel hampir menembus angka 1.000 kasus terkonfirmasi positif.
“Kasus kan masih meningkat, ini malah justru akan memulai kegiatan belajar dan mengajar seperti biasa. Jadi kami sangat tidak setuju dengan kebijakan ini,” katanya, Minggu (31/05).
Menurutnya, kondisi anak-anak masih sangat rentan terhadap penyebaran COVID-19 ini. Apalagi, anaknya masih bersekolah di Bangku SMP dan SD tentunya sangat dikhawatirkan dapat terjadi penularan tanpa diketahui.
Meskipun begitu, ia mengaku akan terus memantau kondisi perkembangan COVID-19. Jika masih tetap mengalami peningkatan maka dirinya enggan menyekolahkan anaknya sementara waktu. Namun, jika kasus menurun maka ia pun akan melanjutkan studi anaknya dengan mematuhi protocol kesehatan di Kota Palembang.
“Kita lihat saja nanti apakah kasusnya menurun atau justru meningkat,” singkatnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Palembang, Ahmad Zulinto mengatakan di dalam surat tersebut tepatnya pada poin dua tertulis jika pengalihan belajar dari rumah diperpanjang hingga 13 Juni dan kembali masuk pada 15 Juni mendatang. Apabila belum dapat dilaksanakan dikarenakan kebijakan baru maka akan ada pemberitahuan kemudian.
“Jadi tanggal 15 itu baru wacana, kalau pun memang masih kondisi masih seperti saat ini maka tentunya kami akan memperpanjang dan kami akan beritahukan kembali,” katanya saat dikonfirmasi.
Beda halnya untuk tenaga pendidik. Pihaknya sengaja untuk mempekerjakan kembali tenaga pendidik di Palembang. Lantaran, mereka sudah sangat lama tidak mengajar dari sekolah. Serta, diharapkan tenaga pendidik ini memahami protocol kesehatan yang akan dijalankan di sekolahan saat peserta didik mereka sudah mulai bersekolah.
“Mereka ini sudah sangat lama tidak mengajar dari sekolah bahkan sudah hampir tiga bulan. Jadi kami sengaja untuk kembali kesekolah agar mereka absen dan kami akan terus pantau,” singkatnya. (lim)
















