PALEMBANG, fornews.co – Anak Buah Kapal (ABK) Kayong Utara, Ridho Hanafi (23), yang menjadi korban kapal karam di perairan Tanjung Api-Api, akhirnya ditemukan dalam kondisi tewas terapung.
Humas Basarnas Palembang, Rio Topanan mengatakan, korban ditemukan sekitar pukul 17.00 WIB, Rabu (21/2) dengan kondisi terapung di samping Kapal Andromeda milik Distrik Navigasi yang sedang sandar atau 500 meter dari lokasi kecelakaan.
“Saat ini korban langsung dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang,” katanya kepada wartawan, Rabu (21/2).
Selama pencarian yang dimulai sejak kemarin, tutur Rio, tim Basarnas sempat mengalami kendala seperti hujan yang cukup deras. Namun, pada Rabu (21/2) pihaknya dibantu pihak kepolisian, Dishub dan lain sebagainya akhirnya mereka berhasil menemukan korban. “Dengan ditemukannya korban maka posko pencarian pun otomatis akan ditutup. Kami berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu pencarian ini,” ungkapnya.
Dia menambahkan, dari manifes atau pendataan yang mereka lakukan, pihaknya mencatat ada 37 orang yang berada di dalam kapal karam tersebut. Rinciannya, 29 penumpang dan 8 ABK. “Hanya satu korban yang tewas, sisanya itu semuanya selamat,” tandasnya.
Sementara itu, Direktur Polisi Air (Dirpolair) Polda Sumsel, Kombes Robinson DP Siregar membenarkan bahwa korban yang hilang akibat kapal karam sudah ditemukan dan telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang.
Selanjutnya, pihaknya akan melakukan pemeriksaan terhadap nakhoda, Ahmad Wurry Priyoto (26), untuk mencari tahu apakah ada faktor kelalaian atau murni kecelakaan. “Kami belum mengetahui penyebabnya apa. Nanti dilakukan pemeriksaan dulu,” ujarnya.
Sekadar informasi, Kapal Kayong Utara milik PT ALP yang bertolak dari Muntok, Bangka ke Tanjung Api-Api mengalami kecelakaan atau karam sekitar 1 mil dari Pelabuhan TAA, Selasa (20/2) dan menyebabkan hilangnya satu orang ABK. (bas)

















