PALEMBANG, fornews.co-Ternyata masih begitu banyak masyarakat di Kota Palembang yang belum mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, selama masa pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) ini.
Hal tersebut terpantau setelah Anggota Komisi III DPRD Palembang, Ruspanda Karibulah, melihat langsung kondisi masyarakat di kediaman masing-masing. Seperti ketika berada di Jalan Puri, RT 20 RW 027, Kelurahan Srimulya, Kecamatan Sematang Borang, Rabu (13/5).
Ahwan (62), warga di Jalan Puri, RT 20 RW 027, Kelurahan Srimulya, terlihat tanpa daya dan terkapar. Karena, mengalami kelumpuhan akibat terjatuh saat bekerja sebagai buruh bangunan pada tiga tahun lalu.
“Waktu itu, saya kerja bangunan rumah, terjatuh saat mau ambil peralatan kerja. Akibat dari jatuh itu, saya jadi lumpuh, tidak bisa lagi bekerja apa-apa, sudah hampir tiga tahun ini hanya terbaring ditempat tidur,” ujar dia, kepada Ruspanda.
Ahwan mengakui, selama pandemi COVID-19 ini berlangsung belum ada bantuan apapun dari pemerintah. Termasuk program bantuan sosial (Bansos) wabah COVID 19.
“Tidak pernah mendapat bantuan, pak. Mau beli kursi roda, tapi belum ada biaya, karena saya makan untuk sehari-hari saja dibantu oleh anak,” kata dia.
Ketua RT 20, Marlista Judin yang ikut mendampingi Ruspanda menuturkan, memang benar Ahwan merupakan warga RT 20, yang kondisinya sedang sakit lumpuh, hingga tidak bisa bekerja.
“Terkait, Bansos COVID-19, kami sudah mengajukan 10 kartu keluarga (KK) penerima bantuan, tapi yang diakomodir Pemkot Palembang hanya 7 KK. Kami juga sudah usulkan pak Ahwan menerima bantuan. Bagi warga yang belum, nanti akan diusulkan kembali sebagai penerima bantuan tahap kedua,” tutur dia.
Mendengar penjelasan dari Ketua RT 20, Ruspanda mengungkapkan, sangat prihatin dengan kondisi Ahwan (62), apalagi sebagai warga Palembang yang belum mendapat sentuhan pemerintah.
“Saya sudah cek langsung kondisi Pak Ahwan, sangat miris dan memprihatinkan. Saya sebagai ketua Fraksi PAN di DPRD Palembang meminta agar Pemkot Palembang segera turun kelapangan untuk membantu, jangan sampai ada Ahwan-ahwan lainnya,” ungkap dia.
Pria yang karib disapa Panda ini melanjutkan, aparatur pemerintah dari tingkat bawah, mulai dari kelurahan, dan kecamatan harus berperan menindaklanjuti temuan-temuan seperti ini.
“Saat inilah harus benar-benar bekerja untuk rakyat. Membantu warga kita yang susah. Jangan hanya teori, masyarakat butuh makan,” tandas dia. (aha)

















