JAKARTA, fornews.co– Presiden Joko Widodo (Jokowi) mempersilakan untuk mengukur sendiri, jika ada yang menyangsikan pembangunan jalan desa sepanjang 191.000 kilometer (km) selama empat tahun ini.
“Silakan ukur sendiri. Karena dengan panjang 191.000 km itu, berarti satu desa hanya mengerjakan setahun 600 m, hanya setengah kilo kira-kira. Pendek banget dan harusnya lebih dari itu. Logikanya gampang, kali 75.000 selama 4 tahun udah. Jadi sekali lagi fisik infrastruktur ini sudah kita jalankan. Ini ke depan agak digeser sedikit, ke pemberdayaan ekonomi desa,” tegasnya, saat memberi pengarahan pada peserta Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Tahun 2019, di Ecovention Ocean Ecopark, di Jakarta, Rabu (20/02) siang.
Jokowi mengungkapkan, bahwa ada yang bertanya tidak mungkin, karena 191.000 km itu panjang sekali. Namun Jokowi bisa mengerti, bahwa setiap desa tidak hanya membangun jalan saja, ada yang membuat Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu), ada yang buat PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), ada yang buat pasar desa, macam-macam yang dibuat.
“Saya ambil contoh untuk irigasi saja misalnya, sudah diselesaikan selama 4 tahun ini 58.000 unit. Pasar desa, sambung Presiden, 8.900, Posyandu 24.000 unit, jembatan, 1,1 juta meter. Artinya, memang ini jadi barang, jadi barang ini,” ungkapnya, seperti dikutip dari setkab.go.id.
Diawal arahannya, Jokowi menyampaikan, sejak 2015 hingga akhir 2018 pemerintah mengelontorkan Dana Desa sebesar Rp187 triliun. Dengan rincian, 2015 digelontorkan Rp20,7 triliun, 2016 sebanyak Rp47 triliun, 2017 sebanyak Rp60 triliun, dan 2018 digelontorkan Rp60 triliun lagi ke 74.900 desa-desa di seluruh tanah air.
Untuk tahun 2019 ini, sambungnya, dianggarkan Rp70 triliun masuk ke seluruh desa-desa yang ada di tanah air. Artinya, sampai akhir 2018 kemarin Rp187 triliun digelontorkan ke desa, hingga akhir 2019 berarti Rp257 triliun masuk ke desa-desa.
“Sebuah angka yang menurutnya gede banget. Tidak ada dalam sejarah kita gelontorkan uang anggaran yang begitu sangat besar ke desa-desa kita,belum pernah. Rp257 triliun, setiap tahun naik. Tahun depan enggak tahu naik berapa lagi, yang jelas harus naik,” katanya.
Orang nomor satu di tanah air ini berpesan, kalau menggunakan Dana Desa untuk proyek, seperti jembatan, usahakan betul agar material-material yang ada itu dibeli di desa tersebut.
“Usahakan jangan sampai uang ini kembali lagi ke kota. Biar muter terus di desa-desa, karena semakin tinggi perputaran uang yang ada di desa itu teori ekonominya akan memberikan kesejahteraan kenaikan peningkatan kesejahteraan pada masyarakat di desa,” tukasnya, seraya menandaskan, agar proyek yang menggunakan anggaran dari Dana Desa 100 persen menggunakan tenaga kerja dari desa setempat. (tul)

















