PALEMBANG, fornews.co – Laga Sriwijaya FC kontra Persebaya Surabaya Rabu (28/2) malam, bisa dibilang sekadar adu gengsi. Sebab kedua tim sudah sama-sama mengantongi tiket semifinal Piala Gubernur Kaltim (PGK) 2018.
SFC kokoh di puncak klasemen Grup B dengan 6 poin hasil menang dari Persiba Balikpapan (1-0) dan Madura United (2-0). Sementara Persebaya di posisi kedua mengantongi 5 poin setelah menang adu penalti (5-4) dari Madura United dan menghajar Persiba Balikpapan 3-1. Poin kedua tim tak mungkin terkejar Madura United (1 poin) dan Persiba Balikpapan yang belum meraih poin.
Meski demikian, Pelatih Sriwijaya FC Rahmad Darmawan menolak penilaian laga kontra Persebaya tidak penting. Justru di momen seperti ini RD harus membuat kalkulasi yang tepat soal komposisi SFC dan prediksi pemain yang akan diturunkan Persebaya.
“Tujuan kita kesini untuk memberi kesempatan lebih banyak kepada pemain yang menit bermainnya kurang di Piala Presiden. Artinya besok saya akan memberikan kesempatan bagi pemain yang belum bermain. Tapi tetap pada satu prinsip kita akan sangat serius menghadapi Persebaya, meski kemungkinan dengan tim yang berbeda. Ini ujian buat tim kita menghadapi Persebaya,” ujar RD Selasa (27/2).
Menurut RD sejak awal dirinya berhitung kekuatan lawan dan formasi serta komposisi seperti apa yang diturunkan SFC agar meraih hasil positif. Di sisi lain, RD juga ingin semua pemain mendapatkan peluang bermain yang sama.
RD mencontohkan, saat lawan Madura United di laga kedua kemarin, hampir semua pemain yang turun tidak bermain sebagai starter di laga perdana kontra Persiba. Hanya tiga pemain yang bermain di laga perdana, Marckho Sandy, Beto, dan Dzhalilov. Itu pun Beto dan Dzhalilov main 30 menit, sedangkan Marckho masuk lebih awal di menit 21 karena menggantikan Novan Setya yang cedera.
“Jujur, saya belum menentukan siapa tim inti dan cadangan sampai Liga 1 digelar. Pertandingan masih banyak untuk memberi minute of play bagi pemain menunjukkan kemampuannya. Jadi saya akan terus mencoba formasi dan komposisi pemain untuk mendapatkan yang paling pas,” tukasnya.
Sementara itu, Pelatih Persebaya Surabaya Angel Alfredo Vera juga menyatakan akan memberikan kesempatan bagi pemain yang belum banyak kesempatan bermain. Di dua laga yang telah dilakoni Persebaya, Alfredo melakukan banyak eksprerimen. Dia menurunkan 10 pemain yang berbeda dalam starting eleven di dua laga tersebut. Di turnamen PGK ini, Alfredo menyebut banyak mendapat pelajaran berharga, salah satunya adalah skema yang dibuatnya saat tertinggal dari lawan.
“Kami mencoba melakukan pergantian yang bermanfaat. Di turnamen ini, kami tidak punya banyak waktu untuk persiapan. Kami harus tetap bertanding dengan sedikit istirahat di turnamen ini. Selalu ada hal-hal yang biasa dilakukan di latihan, tapi tidak bisa dilakukan di pertandingan,” tutur arsitek tim asal Argentina ini. (ije)

















