YOGYAKARTA, fornews.co–Para elite di Indonesia seharusnya lebih memprioritaskan hal-hal penting.
Lebih peduli terhadap penyelesaian Covid-19 daripada mengurusi hal-hal yang tidak perlu.
Hal itu disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Dr Haedar Nashir, dalam pidatonya.
Pimpinan PP Muhammadiyah itu berkesempatan pidato dalam Tanwir Muhammadiyah secara daring pada Ahad (19/7/2020) pagi.
Tanwir Muhammadiyah bertema “Hadapi Covid-19 dan dampaknya: Beri solusi untuk negeri”.
Muhammadiyah menilai, memaksakan RUUHP dan RUU kontoversi lain, untuk diteruskan disahkan dalam kondisi pandemi justru lebih banyak mafsadat dan madarat.
“Jangan sampai pada saat ini ketika ada yang bertaruh nyawa untuk menyelamatkan nyawa warga bangsa yang lain, ada yang kita tidak bisa menunda hal yang pantas ditunda.” ucapnya.
Ia mengatakan, karena musibah wabah yang parah bangsa Indonesia tengah hidup dalam kondisi kedaruratan.
Maka, untuk mencegah dan mengatasi musibah, agar tidak berkembang menjadi lebih besar, pihaknya mengajak para elite untuk lebih peduli.
“Kita melakukan kritik secara tegas agar RUU HIP atau apapun namanya ini dihentikan!”
“Agar negeri lebih konsetrasi menghadapi covid-19 yang tidak sederhana ini–sekaligus menjaga agar kiblat bangsa ini tetap lurus sesuai dengan yang diletakkan oleh para pendiri bangsa.”
Jika Muhammadiyah melakukan kritik pada situasi kebangsaan yang tidak semestinya, katanya, itu juga adalah solusi untuk negeri ini.
Hal itu merupakan wujud dari implementasi Muhammadiyah sebagai gerakan tajdid dan dakwah amar ma’ruf nahi munkar.
Muhammadiyah selama ini selalu memberi dukungan pada yang positif.
“Namun juga memberi masukan dan kritikan.”
Dalam pidatonya, Haedar, juga mengingatkan tentang moralitas kemanusiaan anak negeri ini.
Menurut Muhammadiyah, Islam merupakan risalah rahmat untuk seluruh alam harus dapat tampil memberi solusi.
Secara tegas, dalam Islam ada doktrin menyelamatkan satu jiwa sama dengan menyelamatkan nyawa semua manusia (Al Maidah: 32).
Di masa pandemi ini, Muhammadiyah dan kelompok Islam lainnya, sudah bersungguh-sungguh dalam melakukan pencegahan–berijtihad.
Pencegahan wabah itu dibuktikan dengan tetap beribadah di rumah agar nyawa manusia tetap terpelihara.
Muhammadiyah berharap, kepedulian yang sama seharusnya juga dilakukan oleh para elite di Indonesia.
Karena rasa peduli kemanusiaan dan memelihara kehidupan, Muhammadiyah menunda Muktamar.
Keputusan itu karena Muhammadiyah memprioritaskan hal yang lebih penting.
Muhammadiyah berharap, kepedulian yang sama seharusnya juga dilakukan oleh para elite di Indonesia.
“Agar kita bisa lebih berkonstribusi untuk negeri, menyelesaikan masalah pandemi yang memang harus lebih diprioritaskan dan lebih penting ini,” pungkas Haedar. (adam)

















