PALEMBANG, fornews.co – Rentetan bom terjadi di 3 lokasi di Surabaya, Minggu (13/5) pagi, masing-masing di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela yang beralamat di Jalan Ngagel Madya Utara, Gereja Pantekosta Pusat Surabaya Jemaat Sawahan di Jalan Arjuno, dan Gereja Kristen Indonesia Diponegoro 146 di Jalan Raya Diponegoro.
Hingga sore ini, dikabarkan korban tewas akibat aksi pengeboman ini mencapai 11 orang. Sementara korban luka-luka sebanyak 41 orang.
Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, secara pribadi maupun institusi, dirinya ikut prihatin dan berduka cita atas peristiwa itu. Diakui Zulkarnain, pascaperistiwa kerusuhan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Selasa (8/5), seluruh jajaran kepolisian telah meningkatkan kewaspadaan baik di tempat-tempat ibadah, markas kepolisian dan beberapa objek vital lainnya sesuai instruksi Kapolri.
“Artinya kami prihatin dengan peristiwa di Jawa Timur. Di Sumatra Selatan sama seperti Polda lainnya kita meningkatkan kewaspadaan. Mohon doa restunya, kebersamaan kita bisa menjamin keamanan yang ada,” kata Zulkarnain ditemui di Parade Asian Games 2018 di depan rumah dinas wali kota Palembang, Minggu (13/5) pagi.
Sementara itu, Pangdam II/Sriwijaya Mayjen AM Putranto mengatakan, aksi pengeboman di Surabaya terjadi diluar dugaan. Untuk itu, Putranto pun menginstruksikan seluruh anggotanya untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Saya sudah kabarkan kepada jajaran di wilayah Kodam II/Sriwijaya untuk meningkatkan patroli gabungan dan selalu mendeteksi dan mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan terjadinya aksi yang sama,” tegas Pangdam.
“Saya yakinkan masyarakat disini (Sumsel) aman. Kami terus lakukan komunikasi tidak hanya dengan pemimpin tapi seluruh elemen masyarakat di wilayah Kodam II/Sriwijaya,” imbuhnya. (ije)

















