BATURAJA, fornews.co – Berbagai langkah diambil Pemkab OKU untuk memastikan produksi padi di wilayah ini kembali meningkat. Salah satunya menjaga pasokan air ke sawah yang sering dikeluhkan petani.
Kepala Dinas Pertanian OKU, Joni Saihu mengatakan, produksi padi di Bumi Sebimbing Sekundang terus mengalami fluktuasi. Sebagai contoh di tahun 2015, produksi padi di OKU mencapai 54.851 ton Gabah Kering Giling (GKG) dengan provitas 4,22 ton/hektare GKG. Kemudian, tahun 2016, produksi padi mengalami peningkatan secara signifikan, yakni menjadi 76.415 ton GKG. “Rerata kenaikannya mencapai 39,3% dan rerata provitasnya 5,22 ton/hektare GKG,” ujar Joni.
Namun, lanjut Joni, pada masa produksi 2017 lalu, hasilnya mengalami penurunan, menjadi 57.203 ton GKG atau 25,1% dibanding tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan capaian luas tanam padi pada 2017 mengalami penurunan lantaran keterbatasan ketersediaan air di sentra padi dan alih komoditas dari padi ke jagung.
“Tahun ini kita siap meningkatkan kembali produksi padi. Target lahan tanam padi seluas 15.040 hektare, target produksinya sekitar 75.238,39 ton GKG,” kata Joni.
Joni menerangkan, luas lahan sawah di OKU berkisar 8.870 hektare. Yang sudah ditanami padi seluas 5.729 hektare terdiri dari satu kali tanam seluas 1.206 hektare dan dua kali tanam dalam setahun seluas 4.523 hektare. Bahkan beberapa waktu lalu, lanjut Joni, pihaknya melaksanakan panen bersama di Desa Kelumpang, Kecamatan Ulu Ogan yang dihadiri Kepala Dinas Pertanian OKU, Kepala BPTP Sumsel, Danramil 01/Pengandonan, Kodim 0403 OKU, Kepala UPTD, Kabid Tanaman Pangan, para petugas lapang (PPL, POPT), Poktan dan petani.
“Panen padi varietas dominan Ciherang seluas 50 hektare. Provitas hasil panen berkisar 5,6 sampai dengan 7,5 ton/hektare GKP,” pungkas Joni. (gus)

















