PALEMBANG, fornews.co – Sriwijaya FC (SFC) kembali meraih kemenangan besar saat berhadapan dengan tim lokal PS Putera Lalan. Yuu Hyun-koo dkk sukses menyarangkan 16 gol tanpa balas.
Bermain di Stadion Madya Bumi Sriwijaya, Palembang, Sabtu (6/1) sore, Laskar Wong Kito tak memberi lawannya ruang untuk berkembang. Meski kualitas lawan jauh di bawah mereka, namun pemain SFC tetap tampil serius dan ngotot. Alhasil di menit awal babak pertama, SFC telah membuka skor melalui Adam Alis di menit 2. Adam menambah keunggulan di menit 5 dan 9.
Lalu bintang anyar SFC lainnya Manuchekhr Dzhalilov juga menyumbang gol cantik lewat sundulan di depan gawang PSPL di menit 14. Pemain asal Tajikistan itu mencetak dua gol tambahan di menit 27 dan 39. Selanjutnya ada Ichsan Kurniawan yang juga menyumbang gol di menit 23. Kapten Yuu Hyun-koo tak mau kalah dengan mencetak gol sepakan dari luar kotak penalti di menit 43. Selanjutnya giliran Makan Konate mengoyak gawang PSPL di menit 59.
Bintang SFC yang ditunggu-tunggu penampilannya, Alberto Goncalves akhirnya masuk di menit 70. Hanya berselang satu menit masuk lapangan, Beto pun sukses memperbesar keunggulan Laskar Wong Kito. Berturut-turut Beto menambah dua gol di menit 73 dan penalti di menit 77. Empat gol selanjutnya disumbang Yogi Rahadian (menit 79), Rizky Dwi Ramadhana (80), bunuh diri bek PSPL (83), dan Samuel Christianson Simanjuntak (84).
Pelatih Sriwijaya FC Rahmad Darmawan mengatakan, pada laga uji coba kali ini dirinya menekankan persoalan transisi pemain saat kehilangan bola harus segera melakukan pressing mulai dari zona bertahan lawan. Itulah alasan dibalik moncernya penampilan Yuu Hyun-koo dkk dengan mencetak gol kita lebih banyak dari uji coba sebelumnya.
“Kita sama sekali tidak memberi ruang lawan di zona bertahan mereka. Pemain pun melakukan (pressing) itu dengan baik, walaupun belum sempurna karena beberapa kali masih ada yang bocor. Saya apresiasi mereka karena sudah lebih baik lagi,” ujar RD usai pertandingan.
Dari evaluasi laga tadi, RD akan terus mengingatkan kepada pemain bahwa proses organisasi di saat melakukan pressing harus kolektif dan berkelanjutan.
“Kalau di depan melakukan pressing maka tengah dan belakang juga harus ikut. Tadi beberapa masih bocor karena ada posisi pemain yang tidak melakukan itu,” kata pelatih 51 tahun ini. (ije)

















