
SEKAYU-Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), H Alex Noerdin mengatakan, kebakaran hutan dan lahan di wilayah kepemimpinanya tahun 2015 lalu, merupakan kebakaran terparah yang pernah terjadi di daerah ini, dan salah satu penyebaran titik api (hotspot) di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).
Demikian itu disampaikan Alex, saat meresmikan langsung Posko Induk Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutlah) di Desa Pulau Gading, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Muba, Kamis (15/12). Selain meresmikan Posko Karhutlah, politisi Senior Partai Golkar ini juga melakukan pencanangan Desa Makmur Peduli Api, dengan mengukuhkan satgas Karhutlah dan melakukan peninjauan ke lokasi PLTU Sumsel V PT DSSP.
“Pada kebakaran hutan dan lahan tahun 2015 lalu, di Muba tercatat 5.249 titik api (hotspot) dari total 27.043 hotspot di Sumsel. Adapun luas lahan dan hutan yang tercapai mencapai 108.329 ha dari total 736.587 ha luas kebakaran hutan dan lahan di Sumsel,” ujarnya.
Alex menjelaskan, seluruh pihak dikerahkan guna pengendalian kebakaran hutan dan lahan, termasuk TNI dan Polri serta dukungan dari BNPB, dengan mengerah seluruh daya dan upaya melalui berbagai kegiatan seperti pengerahan personil dan peralatan serta pendirian posko-posko pemadaman.
“Kalau kita tidak sungguh-sungguh mengantisipasi, bisa jadi kebakaran tersebut akan berulang kembali. Saya apresiasi dan berterimakasih atas kesiapan mengatasi dan mengendalikan Karhutlah yang dılakukan Pemerıntah Muba, dengan mendirikan pos-pos pengamatan,” ucapnya.
Lebih lanjut dia berharap, kegiatan pada posko ini harus dilaksanakan secara sungguh-sungguh dan profesional agar dapat melaksanakan pengamatan Karhutlah secara cepat sekaligus melakukan upaya pemadaman secara dini sebelum sempat meluas. Untuk itu, sambung Alex, perlu didukung dengan personil pemadaman yang terlatih serta peralatan pemadaman memadai.
“Harapan saya, Kabupaten lain yang rawan Karhutlah dapat melakukan hal yang sama, sehingga tercipta (Sumsel Bebas Asap) dalam rangka menyukseskan Asian Games 2018,” harapnya.
Mantan Bupati Muba, ini juga menambahkan, sebanyak apapun posko yang dibangun, dan Satgas yang dikukuhkan, kalau tidak dibantu sepenuhnya oleh masyarakat, tugas ini akan sangat berat. Karenanya, semua masyarakat dapat membantu bersama-sama mencegah Karhutlah, tidak membuka lahan membakar, dan jaga desa masing-masing melalui masyarakat peduli api.
“Tidak boleh lagi terjadi kebakaran hutan dan lahan di Sumsel. Peresmian ini adalah upaya prefentif yang kita lakukan. Insa Allah kalaupun terjadi musibah kebakaran, dapat kita atasi,” tegas Alex.
Sementara, Plt Bupati Muba, David BJ Siregar menyampaikan, melalui peresmian ini, posko pengendalian Karhutlah akan segera melakukan pemantauan melalui tim terpadu terdiri dari TNI, Polri, BPBD Muba, Manggala Agni, Dinas Kehutanan dan Dinas Kesehatan Muba. “Semua tım terpadu akan melakukan patroli dan pemantauan agar tidak terjadinya karhutlah, khususnya menjelang Asian Games 2018 mendatang,” tandasnya. (tul)
















