PALEMBANG, fornews.co – Sesuai jadwal seharusnya gelaran coaching clinic dan pertandingan Timnas All Star dalam rangka Alex Noerdin Cup 2019 masuk di zona Ogan Ilir. Akan tetapi dikarenakan ketidaksiapan panitia lokal berujung batalnya event di daerah tersebut.
Panitia Usia Muda Alex Noerdin Cup 2019, Hanief Djohan mengatakan, sebelum Alex Noerdin Cup digelar, pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada pihak terkait di 17 kabupaten/kota yang ada di Sumatra Selatan. Saat itu tidak ada kendala yang disampaikan. Bahkan di tujuh kabupaten/kota sebelumnya yaitu Muara Enim, Lahat, Empat Lawang, Pagaralam, Lubuklinggau, Musi Rawas dan Musi Rawas Utara event ini berjalan lancar dan disambut antusias masyarakat setempat.
“Anak-anak yang menjadi peserta coaching clinic dan tim lokal yang berhadapan dengan Tim All Star pun memanfaatkan kesempatan langka ini untuk menimba ilmu dan pengalaman dari para pemain senior Indonesia ini. Sejauh ini sudah didapati 20 anak yang mendapat tiket mengikuti coaching clinic bersama Ronaldinho dan akan bergabung di Football Academy Alex Noerdin,” kata Hanief.
Hanief menyayangkan hilangnya kesempatan bagi anak-anak di OI untuk bergabung dengan rekan-rekannya dari seluruh daerah di Sumsel. Namun karena pihak terkait di OI tak kunjung merespons komunikasi dan koordinasi dari panitia Alex Noerdin Cup membuat pertandingan Timnas All Star, Festival Golden Eleven U12 dan U14, serta coaching clinic dipindahkan ke Palembang.
“Tadinya kami masih berharap venuenya saja pindah ke Palembang tapi tim lokal yang lawan Timnas All Star ataupun anak-anak yang ingin ikut coaching clinic tetap dari OI. Tapi ternyata tidak direspons juga. Jadinya diputuskan, Timnas All Star yang seharusnya melawan tim lokal Ogan Ilir, diganti melawan PS Unsri dan Jurnalis FC. Sementara peserta festival dan coaching clinic akhirnya diikuti anak-anak dari Palembang,” ujarnya.
Dengan batalnya rangkaian Alex Noerdin Cup di Kabupaten Ogan Ilir, lanjut Hanief, maka yang paling dirugikan adalah para pemai usia dini. Bukan hanya kehilangan kesempatan bertemu Ronaldinho, mereka juga kehilangan kesempatan menjadi siswa Football Academy Alex Noerdin angkatan pertama.
“Sampai sekarang kami juga tidak tahu apa yang menjadi penyebab mereka tak merespons koordinasi dari kami. Bukan hanya soal venue tapi juga permintaan pengiriman peserta festival dan coaching clinic pun tak ada jawaban,” tuturnya.
Hanief menerangkan, meski zona Ogan Ilir tak mengirimkan peserta, Festival Golden Eleven U12, U14 dan coaching clinic tetap berjalan. Festival diikuti total 24 tim dari U12 dan U14.
“Kalau tidak kita batasi sebenarnya bisa lebih. Tapi bagi tim yang belum turun (sekarang) bisa ikut pada bulan Maret, karena pada saat itu memang jadwal untuk zona Palembang,” ucapnya.
Dihubungi terpisah, Aryadi Effendi warga Tanjung Batu, Kabupaten OI, menyesalkan batalnya gelaran Alex Noerdin Cup 2019 di OI. Sebab Aryadi sangat menjagokan keponakannya bisa mewakili daerahnya sebagai pemain terbaik.
“Kami tunggu-tunggu, tapi tak ada kabar. Keponakan saya ingin ikut coaching clinic, karena ingin sekali bertemu Ronaldinho. Harusnya semua peserta tetap dapat kesempatan. Kasihan dengan anak-anak yang sudah sangat berharap turnamen Alex Noerdin Cup juga digelar di Ogan Ilir,” ujarnya. (ije)

















