KAYUAGUNG, fornews.co – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Alex Noerdin bertatap muka secara langsung dengan puluhan nelayan tradisional dari berbagai desa dan kecamatan di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatra Selatan, Selasa (12/11).
Pada kesempatan tersebut Alex mewakili pemerintah pusat untuk menyerahkan secara simbolis bantuan berupa tabung gas, mesin perahu nelayan dalam rangka konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke gas bagi Nelayan Sasaran sebanyak 950 paket.
“Paket bantuan ini sangat aman bagi nelayan dan tidak mencemari lingkungan sekitar. Harapannya tahun depan bantuan serupa bisa ditingkatkan hingga 3.000 paket,” ujar Alex di Ruang Rapat Bende Seguguk I perkantoran Bupati OKI.
Menurut Gubernur Sumsel 2008-2018 ini, selain aman dan ramah lingkungan, bantuan tersebut sangat bermanfaat bagi nelayan karena bisa menekan biaya produksi nelayan kecil hingga 60%. Untuk itulah dia menilai, suatu kehormatan dan berkah bagi para nelayan mendapatkan bantuan hibah tanpa harus mengeluarkan uang satu sen pun. Sehingga dia meminta para nelayan untuk dapat menjaga sebaik-baiknya bantuan tersebut. Dan hal yang lebih penting menurut politisi Partai Golkar ini, bantuan ini jangan sampai diperjualbelikan.
“Ini patut kita syukuri telah dibantu oleh pemerintah pusat. Makanya jaga baik-baik dan jangan dijual,” ujar Alex ketika berbicara di sela-sela acara “Pemberian Paket Konversi BBM ke BBG Untuk Kapal Perikanan bagi Nelayan Sasaran” yang merupakan program kemitraan Kementerian ESDM dan Komisi VII DPR RI di Kota Kayuagung.
Sementara itu, Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Kementerian ESDM, Alimuddin Baso memastikan paket bantuan yang diterima oleh nelayan di OKI merupakan yang terbesar di Indonesia. Tahun ini nelayan OKI mendapatkan sebanyak 950 paket, sedangkan nelayan Palembang hanya 235 paket. Paket tersebut berisi 1 unit mesin kapal, 1 set converter kit serta pemasangannya, 2 unit tabung elpiji 3 Kg beserta isinya, 1 set as panjang dan baling-baling. Selain di Sumsel bantuan serupa juga diberikan untuk 38 kabupaten dan kota dengan jumlah total paket 13.305 unit.
“Kami yakini ini akan berdampak posistif bagi keberlangsungan usaha para nelayan ini,” katanya.
Wakil Bupati OKI HM Djakfar Shodiq menjelaskan, di daerahnya terdapat sekitar 12.000 nelayan kecil yang tinggal di berbagai desa dan kecamatan di daerah itu. Untuk meningkatkan taraf hidup rakyatnya selama ini Pemkab OKI telah memberikan bantuan sarana dan prasarana yang mendukung untuk menciptakan nelayan andal. Selain itu nelayan juga sudah dibekali oleh asuransi. Dengan memiliki garis pantai yang terpanjang di Sumatra, dia berharap bantuan serupa dapat meningkat di tahun berikutnya.
“Dengan penggunaan energi yang ramah lingkungan ini, kami berkeyakinan pula pendapatan nelayan akan bertambah,” tuturnya. (ije/rel)

















