WASHINGTON, fornews.co—Presiden Amerika Serikat (AS) menuding Rusia telah merencanakan operasi khusus di Ukraina karena diduga menolak upaya diplomasi perdamaian.
Dilansir Kantor Berita Rusia TASS dari laman resmi Gedung Putih (state of the union address) Presiden AS mengklaim akibat perbuatan Rusia biaya dan ancaman terhadap Amerika terus meningkat.
“Dia pikir Barat dan Nato tidak akan menanggapi. Dia pikir bisa memecah belah kita di sini. Putin salah! Kami siap!” tantang Presiden AS, Joe Biden, yang disiarkan Gedung Putih.
“Perang Putin direncanakan dan tidak diprovokasi. Dia menolak upaya diplomasi.”
Kata Joe Biden, Aliansi NATO diciptakan untuk mengamankan perdamaian dan stabilitas di Eropa setelah Perang Dunia II.
“Amerika Serikat adalah anggota bersama dengan 29 negara lain. Itu penting! Diplomasi Amerika penting…” katanya.
Bahkan, Joe Biden menyatakan Amerika Serikat bergabung dengan pihak sekutu dan menutup wilayah udaranya untuk pesawat Rusia.
Sementara itu Presiden Rusia, Vladimir Putin, dalam pidatonya yang disiarkan televisi Rusia pada pekan lalu menyebut pihaknya justru melindungi korban genosida di masa rezim Kiev.
“Moskow tidak memiliki rencana untuk menduduki wilayah Ukraina,” jelas Vladimir Putin.
Sebagai tanggapan atas permintaan para kepala Republik Donbass, presiden Rusia telah membuat keputusan untuk melakukan operasi militer khusus.
Operasi militer khusus itu dalam upaya melindungi orang-orang yang telah menderita pelecehan dan genosida oleh Rezim Kiev selama delapan tahun.
Pernyataan Presiden Rusia itu dibenarkan Kementerian Pertahanan Rusia setelah mengklarifikasi perkembangan yang sedang berlangsung.
Kementerian Pertahanan Rusia meyakinkan bahwa pasukan Rusia tidak menargetkan kota-kota di Ukraina, namun, terbatas pada pembedahan yang menyerang dan melumpuhkan infrastruktur militer Ukraina. (adam)

















