PALEMBANG, fornews.co – Sebagai single parent (janda anak dua) Amina (37) warga Tanggabuntung, Kecamatan Ilir Barat (IB) II, Kota Palembang, harus mengayuh biduk rumah tangganya sendiri (berjuang) melawan himpitan ekonomi keluarga.
Berjualan balon bermotif dengan cara menjajakannya di kawasan Plaza Benteng Kuto Besak (BKB), hanya ini yang bisa dilakukan untuk mendapat pundi-pundi uang dari setiap pembeli balon. Seharinya, ia bisa mengumpulkan uang sekitar Rp30.000 setelah dipotong modal. Terkadang Amina, mengantongi keuntungan Rp50.000 kalau ia menjajakan balonnya hingga malam hari.
Sejak berpisah dengan sang suami, hidup di ibu kota (metropolis) dirasakan Amina sangat keras. Tidak banyak yang bisa dilakukan. Yang ada dalam benak Amina, bisa menafkahi anaknya sehari-hari meski tidak jarang dirinya harus menahan rasa lapar itu sudah cukup.
Dengan pendapatan yang minim, dirinya bertekad agar kedua anaknya tetap mengenyam pendidikan yang masih duduk di bangku taman kanak-kanak (TK) dan sekolah dasar (SD).
“Berjualan balon karena diajak teman yang sudah lama menggeluti pekerjaan ini. Hasilnya memang tidak banyak, yang penting bisa menghidupi kedua anak saya sudah cukup,” tuturnya yang ditemui saat menjajakan barang dagangannya bersama anak bungsunya, Rabu (14/11).
Sebagai penjaja balon, Amina setiap harinya keluar rumah sekitar pukul 09.00 WIB setelah kebutuhan anaknya di pagi itu, dan pulang ke rumah pada pukul 17.00 WIB bahkan hingga malam hari, jika barang dagangannya masih tersisa banyak.
Amina harus pintar-pintar membagi penghasilan, karena selain uang yang didapat untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari, juga disisihkan guna membayar rumah kontrakan yang sebulannya Rp200.000. Meski hidup di rumah kontrakan yang jauh dari kata layak, namun tidak ada pilihan lain bagi Amina. Baginya, yang terpenting dapat menaungi dirinya dan kedua anaknya dari terik matahari dan guyuran hujan.
Masih kata Amina, sebagai penjual balon di BKB, banyak pengalaman yang didapat. Mereka saling menghargai satu sama lain di tengah persaingan.
Santi (rekan Amina) sesama penjual balon bermotif mengaku, sosok temannya (Amina) merupakan orang yang tangguh dan baik. Menurutnya, Amina selalu menjaga hubungan baik dengan orang sekitar (sesama penjual balon).
“Ya sama-sama rekan, kalau ada apa-apa ya dibantu,” kata santi singkat dengan senyum simpulnya. (ptr/mg)

















