PALEMBANG, fornews.co – Peran suporter dalam kejuaraan olahraga dianggap memberikan pengaruh. Bahkan ada anggapan (dalam dunia sepak bola), suporter merupakan sebagai pemain ke-12. Begitu berartinya peran dari suporter.
Hal ini juga berlaku bagi cabang olahraga lainnya, terutama pada ajang kejuaraan internasional Asian Games 2018 Jakarta-Palembang. Guna menyemangati atlet Indonesia dalam setiap laga di Asian Games, pemerintah meminta lembaga pendidikan melonggarkan bagi siswanya untuk menjadi suporter.
Seperti yang ditemui fornews.co di sekitar venue Sepak Takraw Asian Games 2018 di Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, Selasa (27/08) siang tadi. Ratusan pelajar yang terorganisir masih berseragam sekolah hendak menyaksikan (jadi suporter) laga perebutan tiket final sepak takraw beregu putra Asian Games sore ini antara Indonesia vs Korea Selatan.
M Bagas dan M Bagus, saudara kembar pelajar SMK Negeri 1 Indralaya, Ogan Ilir (OI), ini mengaku, kedatangannya ke venue Sepak Takraw bersama puluhan rekan sekelasnya guna menyemangati atlet Indonesia untuk hasil yang terbaik. Apa yang dilakukan, itu mendapat restu dari pihak sekolah.
“Kami ingin dari pertandingan (sepak takrau beregu putra) ini, bisa meraih emas,” ucapnya singkat.
Disinggung kehadirannya yang masih mengenakan seragam sekolah, dijelaskan Aji Riski Adha, bahwa telah mendapat izin dari pihak sekolah. Meski yang datang dalam jumlah besar, namun menurutnya pihak sekolah tidak meliburkan sistem belajar mengajar di sekolah tersebut.
“Kami ini bergantian pak. Kawan-kawan yang tidak ikut menjadi suporter, otomatis mereka tetap belajar,” timpal teman sekelas Bagas-Bagus ini.
Menariknya dari pengakuan para pelajar tersebut, meaki mendukung permainan Indoneaia untuk Cabor Sepak Takraw, seluruh dari mereka tidak ada yang memahami dari permainan tersebut. Bahkan hobi pun tidak.
“Kami tekadnya mendukung atlet Indonesia juara,” tuturnya seraya mengatakan, hampir tidak ada ekstrakulikuler sepak takraw di sekolah yang ada di OI. (ibr)

















