
SEKAYU, fornews.co –Bupati Muba Dodi Reza Alex menyatakan, fokus penanggulangan bencana kabut asap yang disebabkan oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Muba, lebih kepada untuk mengubah pola hidup masyarakat.
“Terlepas dari persiapan kita menyambut Asian Games 2018, pencegahan karhutla di Muba, ditujukan lebih kepada untuk merubah pola hidup masyarakat terutama dalam menjaga lingkungan hidup, dengan tidak membuka lahan dengan membakar,” ujarnya, pada Rapat Koordinasi Pencegahan Karhutla di Ruang Rapat Serasan Sekate, Rabu(21/06).
Dodi yang didampingi Wakil Bupati Beni Hernedi menjelaskan, pencegahan adalah upaya yang paling efektif dan tepat. Namun, pencegahan karhutla ini memerlukan kesadaran masyarakat dan perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut, dan pentingnya peran camat dan kepala desa dalam memberikan pemahaman, tentang pentingnya mencegah karhutla dan besarnya kerugian yang akan dirasakan apabila telah terjadi karhutla.
“Hal yang paling utama bagaimana kita mencegah. Karena, jika sudah terjadi kebakaran akan sulit untuk dipadamkan. Satu upaya kita dalam mencegah itu ialah dengan segera membentuk satuan tugas karhutla, mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan hingga ke tingkat desa, serta mengaktifkan kembali posko-posko pantauan yang telah dibangun,” Jelasnya.
Putra sulung Gubernur Sumsel Alex Noerdin itu meneruskan, telah menginstruksikan semua pihak terkait untuk menginventarisir kembali, mengenai kelengkapan sarana prasarana dan sumber daya manusia yang ada. Kemudian, dilakukan peningkatan ataupun penambahan jumlah, guna menunjang operasi dan mobilisasi penanggulangan karhutlah di wilayah titik rawan api.
“Bupati juga secara khusus mengajak seluruh perusahaan yang ada di Muba untuk ikut berperan aktif, baik dalam dukungan dana ataupun personel. Silahkan Dinas Perkebunan koordinir Perusahaan-perusahaan tersebut, buatkan juga laporan audit kepatuhan. Disitu kita bisa melihat mana yang benar-benar aktif mendukung atau sebaliknya,” tandasnya. (cak)
















