JOGJA, fornews.co — ARTJOG 2025 memperkenalkan beberapa program untuk mempertemukan dunia seni rupa dengan sektor formal lain.
Program Spotlight akan menghadirkan karya seni instalasi presentasi dari Reza Rahardian bagian dari proyek peringatan 20 tahun kariernya dalam seni peran.
Seni instalasi karya Reza Rahardian berjudul “Eudaimonia” merupakan hasil kolaborasi bersama Garin Nugroho (Sutradara), Siko Setyanto (Koreografer), Aditya Surya Taruna (Komposer), Andra Matin (Arsitek), Davy Linggar (Fotografer dan Videografer) serta Retno Ratih Damayanti.
Sedangkan Program Special Project menghadirkan tiga karya partisipatif dari Mukarabi Movement (Jogja), Ruangrupa (Jakarta), dan DEVFTO Printmaking Institute (Bali).
Dalam program ini Mukarabi Movement akan melibatkan publik untuk mendalami hubungan antara individu dan lingkungannya dalam praktik hidup sehari-hari.
Sedangkan Ruangrupa mengajak audiens memahami perubahan ruang kota dengan pendekatan seni yang bertumpu pada kekayaan lokal melalui metode belajar bersama.
Sementara DEVFTO Printmaking Institute akan melaksanakan serangkaian lokakarya yang berfokus pada eksplorasi teknik cetak grafis bagi para seniman.

Tahun ini ARTJOG secara khusus mengundang Bottlemoker bersama Rumah Atsiri Indonesia yang turut menerjemahkan tema ‘Motif: Amalan’ melalui seni pertunjukan.
ARTJOG juga akan menghadirkan pertunjukan Garasi Performance Institute menampilkan karya seniman performans Ishvara Devati dan Lembaga Artgroecosystem dari komunitas seni dan agrikultur.
Selain itu, grup musik difabel asal New South Wales, Tralala Blip dan IFI Jogja juga dihadirkan menampilkan proyek musik elektonik Ko Shin Moon dan Rouge.
Selama penyelenggaraan ARTJOG 2025 masyarakat dapat menyaksikan panggung performa dari tanggal 20 Juni – 31 Agustus 2025 yang dihadirkan setiap pekan.
















